Aku tidak cari partner ngewe. Aku masih virgin.
Aku maunya punya partner hidup, suami. Dan nggak niat nyari di sini juga, karena bukan tempatnya.
Aku cuma mengekspresikan seksualitasku di sini. Aku perempuan, punya birahi, punya kink, dan imajinasi seksual juga.
Iya… kenapa ya laki-laki tuh bisa banget perform untuk ORANG LAIN tapi ke pasangannya justru ngga… padahal aku sebagai perempuan tuh justru perform 100% nya ke pasangan karena that’s where my commitment stands. Why can’t men think that way???
Pantes laki2 tuh kek takut bgt kalo ga nikah yah, soalnya ntar ga bisa plonga-plongo dan ga ada yg ngeladenin kalo abis pulang kerja. Wkwkwk...
Makanya ga ada istilah Women Loneliness Epidemic bcs we call it Peace, bukan miris. Lol.
aku sering dikira sebagai "girl boss high achiever gk mau nikah maunya kejar karir" type of person when i actually just trying my best to barely survive and is a certified lover girl yang sangat amat ingin menikah dan membangun keluarga dan berkebun dan memasak dan bahagia
I'm scared of getting married. Not because of commitment, but because I'm afraid of being chosen out of convenience instead of love. What if the person I marry is still in love with someone else, and I'm just the life they accepted when the one they wanted slipped away? I don't think my heart could handle being someone's backup plan when all I've ever wanted was to be someone's first and only choice.
Ini sebabnya aku belajar untuk secure sama diri sendiri. Biar ketika liat temen-temenku pada main ke luar negeri, punya gadget mahal, bisa beli ini itu dengan mudah, aku ikut bahagia. Karena aku juga bahagia! (meskipun bentuk bahagianya karena abis makan tahu walik LOL)
Ngedate itu bukan soal lokasi.
Gue bisa ke kafe sendirian.
Ke bioskop sendirian.
Ke toko buku sendirian.
Yang nggak bisa gue lakukan sendirian adalah mengakses isi kepala orang lain.
Jadi kalau mau ngajak gue ngedate, jangan jual tempatnya.
Jual pemikirannya.
pengen ciuman yang awalnya lembutt bangett, seolah olah kita tuh fregile. terus lama kelamaan nuntut, sampe mainin lidahh. dan ga berhenti sampe memek nya basah..
Kupuji dia keren berkali-kali, dengan ucapan lisan hingga berlembar-lembar puisi kupanggil dia Tuan. Tak cukup juga membuatnya mengusahakanku. Dia senang dicintai dan itu nggak bisa membuatnya mencintai aku.
Katanya cowo lebih suka dipenuhi egonya daripada dicintai…. sebenernya bukan gitu juga 😭
Cuma banyak cowo itu kalau egonya “kenyang”, langsung berubah jadi makhluk paling manis sedunia.
Dipuji dikit “wah kamu hebat ya”. Besoknya langsung rajin jemput, buka tutup pintu, kirim pap makan, tiba tiba jadi teknisi, bodyguard, sekaligus financial advisor 🤣
Karena buat banyak cowo, dihargai itu efeknya lebih dalem daripada sekadar dibilang “I Love You”. Cowo bisa tahan capek kerja, tahan dimarahin bos, tahan nongkrong dibilang “bebas”, tapi giliran dibilang “kamu tuh nggak guna” langsung error system. 💀
Sebenernya yang mereka mau bukan dimanja egonya terus, tapi pengen ngerasa “oh ternyata keberadaan gue ada gunanya ya.”
Dan lucunya, banyak cowo keliatan cuek soal cinta…. padahal dipuji sekali aja bisa diinget 7 tahun 😭
Jadi bukan lebih milih ego daripada cinta, tapi banyak cowo ngerasa dicintai lewat cara mereka dihargai. 😉