Dari Mandalika, saya menyaksikan para pembalap kelas dunia beradu kecepatan, menaklukkan setiap tikungan dari sirkuit kebanggaan kita bersama. Bangga menyaksikan perjuangan para putra terbaik bangsa: Bintang Pranata Sukma, Resky Yusuf Harmawan, Muhammad Badly Ayatullah, Maulana Malik dan Valera Octavianuz. Selamat untuk Bintang dan Rezky yang telah meraih podium.
Doa dan dukungan pula untuk Mario Suryo Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di kelas Moto3.
Semoga hasil terbaik dapat didapatkan, dan mereka dapat kembali mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.
MANUSIA PUNYA PERANYA MASING2
Ada yang sibuk bekerja ...
Ada yang sibuk membangun narasi tuk provokasi ...
Ada yang sedang sibuk menjilat demi jabatan ...
Ada pula yang sibuk menikmati hidupnya...
๐ ๐
Foto atas: kualitas lulusan SMA Indonesia pujaan ternak kebo
Foto bawah: kualitas lulusan setingkat SMA di Singapura
Bedanya kayak bumi & langit ๐ ๐ ๐ ๐ ๐ ๐
Dedek Prayudi di video ini sudah menjelaskan sedemikian jelasnya. Jika sudah punya ijazah S1 ngapain diributkan ijazah SMA-nya?
Refly Harun dan Denny Indrayana cuma pengen ribut aja sebenarnya karena mereka aslinya juga paham kegaduhan ini akan berujung ke mana.
Nggak mungkin Gibran dilengserkan karena secara substansi, syarat pendidikan minimalnya telah terlampaui.
Yang mereka dapatkan dari kegaduhan adalah delegitimasi Gibran dari banyak warga negara kita yang tidak paham.
Di 2029 nanti, saya yakin banyak orang yang tak mau coblos Gibran karena tetap anggap Gibran nggak lukus SMA. Pengaruh gugatan Denny yang paling berpengaruh ya memang soal ini: delegitimasi.
Saya sih nggak masalah karena saya juga dari dulu bukan pemilih Gibran. Bahkan saya membayangkan ketika lihat video ini, harusnya yang jadi wapres kita adalah anak muda cerdas seperti Dedek Prayudi ini. Bukan yang seperti Gibran.
Orang kalau mau obyektif, pasti bisa melihat lebih cerdas mana antara Gibran sama Dedek.
Negeri kita ini jadi bahan tertawaan orang luar negeri. Yg benar dihipnotis menjadi salah, sementara yg salah dipoles seakan-akan benar. Semua demi kepentingan segelintir elite yg haus kekuasaan. ๐ญ๐ญ
penjelasan putusan MK tgl 6 Oktober kemarin, dgn bahasa yang sangat sederhana, bahkan bayi monyet pun bisa cepat paham. urusan anda akhirnya tidak mampu paham, pastinya anda sadar sendiri otak anda ada di level apa kan.๐
Penjelasan di video ini runut dan mudah dipahami. Logis. Dan benar, jika penggugat di posisi sebaliknya, orang akan membalik ucapannya.
Herannya, setelah banyak yang bicara seperti ini, masih aja ada yang tanya: memangnya bisa kuliah S1 tanpa iiazah SMA?
OMG, emang nggak bisa ya googling sebentar? Nggak punya kuota internet?
Saya selalu berusaha obyektif. Saya berpendapat seperti ini justru ketika saya bukan pendukung Gibran. Mudah cari jejak digital bahwa saya bukan pendukung Gibran.
Kalau sekarang saya membela posisi Gibran karena dia punya S1, jelas bukan karena saya mendukung Gibran, tapi saya mendukung akal sehat saja.
bu Susi kan sebelumnya pendidikan formalnya berhenti di SMP
kalau Gibran kan lanjut sampai S1
masak musti ngulang Paket C ๐
kacau juga ini, merugikan semua diaspora jadinya
sudah nasibnya keluarga pak @jokowi pasti direndah-rendahkan
beliau satu-satunya Presiden di sejarah negeri ini yang bukan anak dari priyayi/tokoh besar
sistem antibodi para elite aristokratis bereaksi
tidak pernah rela ada orang biasa jadi penguasa