Indonesian youth rally nationwide over rising living costs, economic concerns, and controversial government policies.
Al Jazeera’s Jessica Washington reports.
Banyak orang menganggap mobil listrik lebih praktis dibanding mobil berbahan bakar bensin karena tidak memerlukan ganti oli mesin dan memiliki komponen bergerak lebih sedikit. Namun di balik kesederhanaannya, mobil listrik ternyata memiliki satu komponen yang membutuhkan perhatian khusus: baterai.
Berbeda dengan tangki bensin yang bisa diisi penuh atau dikosongkan tanpa banyak masalah, baterai mobil listrik memiliki karakteristik tersendiri. Bahkan, sejumlah kebiasaan yang dianggap normal justru dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai.
Disadur VIVA Otomotif dari Autoevolution, Senin 15 Juni 2026, tak heran jika sebagian orang menyebut baterai mobil listrik memiliki sifat manja. Sebab, komponen termahal pada kendaraan listrik itu tidak menyukai kondisi yang terlalu ekstrem.
Salah satu contohnya adalah membiarkan baterai berada di kondisi penuh 100 persen terlalu lama. Banyak pemilik mobil listrik menganggap baterai penuh berarti lebih baik. Padahal, untuk beberapa jenis baterai lithium-ion, kondisi tersebut justru dapat mempercepat degradasi apabila dilakukan terus-menerus. Karena itu, sejumlah pabrikan menyarankan pengisian harian cukup dilakukan hingga 80 atau 90 persen, sementara pengisian 100 persen digunakan ketika hendak melakukan perjalanan jauh.
Baterai mobil listrik juga tidak menyukai kondisi terlalu kosong. Membiarkan kapasitas baterai turun hingga di bawah 10 persen secara berulang dapat memberikan tekanan tambahan pada sel baterai. Idealnya, kapasitas baterai dijaga pada rentang menengah agar umur pakainya lebih panjang.
Kebiasaan lain yang sering dilakukan adalah terlalu sering menggunakan pengisian cepat atau fast charging. Teknologi ini memang sangat membantu ketika bepergian jauh, namun penggunaan yang terlalu sering berpotensi meningkatkan suhu baterai.
Panas merupakan salah satu musuh utama baterai kendaraan listrik. Semakin tinggi suhu kerja baterai, semakin cepat pula proses degradasi kimia di dalamnya. Karena itu, memarkir mobil listrik di bawah terik matahari dalam waktu lama, terutama ketika baterai berada pada kondisi penuh, juga tidak disarankan.
Merawat baterai mobil listrik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan merawat perangkat elektronik sehari-hari: hindari panas berlebih, jangan terlalu sering mengosongkan baterai, dan gunakan pengisian cepat secara bijak. Sebab pada akhirnya, kesehatan baterai akan menentukan performa kendaraan, jarak tempuh, hingga nilai jual kembali mobil listrik di masa depan.
Baca selengkapnya disini: https://t.co/bUUQ5IMG62
___
#vivanews #otomotif #electricvehicle
Ada.
Leon Hartono ini juga salah satu orang yang bikin gw ngerti pemikiran om dan tante gua yang tajir tapi beli mobil avanza lagi avanza lagi. Mentok innova.
@sulvd@Yq8pY@DivHumas_Polri@ListyoSigitP Hai Sobat Polri, Terima kasih atas saran dan masukannya. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Akan kami teruskan ke satuan kerja terkait @TMCPoldaMetro untuk ditindaklanjuti. Apabila terdapat informasi tambahan, Sobat Polri dapat menghubungi Layanan Kepolisian di 110. Terimakasih