Elianus Agimbau, pendeta Gereja Kemah Injil Indonesia, dan Sandi Agimbau, meninggalkan kampung Kupia untuk mengungsi ke kota Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah. Mereka ditembaki dekat pangkalan ojek Mbamogo. Elianus mati di tempat, Sandi lari dari serangan https://t.co/ebdhnePnP0
último dia do mês
feliz mês do orgulho pra eles, que não têm medo de serem vistos juntos mesmo que recebam olhares julgadores, porque tudo que importa é apenas o amor deles um pelo outro
Rereading the last ep, Ilic must've really been tamed after 20+ yrs by Sayan's side 🤣
Wouldn't he have gotten pissed if he was groped?
Now, he doesn't push the Duke away but actually places those hands on his chest himself because Sayan said they were cold.
That's progress.🤭
Forget every basic fantasy trope you’ve ever known. In Toraja cosmology, the universe is a MATRIARCHAL cosmic smithy. God, Puang Matua, forged eight FEMALE siblings out of PURE GOLD in a single womb of fire: making humans a literal blood sisters to buffalo, iron, cotton & VENOM.
WHAT IF Paulus menulis “surat” kepada jemaat di Indonesia saat ini.
Sebuah perandai-andaian belaka.
Saudara-saudara, siapakah yang telah mempesona kamu, sehingga salib Kristus tidak lagi cukup bagimu? Dahulu kamu mengenal Injil yang sederhana, yaitu tentang Kristus yang disalibkan. Tetapi sekarang sebagian dari kamu lebih mengenal jenis kasut gembalamu daripada ajaran Tuhanmu sendiri.
Bukankah dahulu para rasul memberitakan Kristus dengan air mata, penjara, dan penderitaan? Tetapi sekarang ada yang menjadikan mimbar sebagai panggung kemuliaan diri, dan jemaat sebagai pasar untuk memperdagangkan rasa takut serta harapan manusia. Mereka berkata “taburlah”, tetapi yang dituai adalah kemewahan mereka sendiri.
Here you have the covers i made for the songs and for a general playlist (Live from Abbey Road Studios) 🫀🌦️🎶
📍Load in 4K and give credits please 🌟🌹
#RAYE#ThisMusicMayContainHope#RAYETour
Sejauh ini, ini plot twist terjauh yang aku temui di buku anak.
Serigala kelaparan pivoting profesi jadi pengusaha nasi goreng gerobakan.
Ending bukunya malah ada resep nasi goreng pula buat dicoba bersama anak. Bukunya berjudul Lapar! Lapar! Lapar! karya Nurul Asharidari Penerbit Mighty Jungle.
Instead of rejecting, we start to compromise, minimize, and negotiate. We call it being kind and mature, but all this time, it’s named after fear. Forgive, accept, and learn things for yourself. You can’t hate yourself into changing. At the end of the day, you only have yourself.