'makasih masih sering ngomong i love you ke aku sampe aku umur segini. masi sering meluk bunda, ngomong sayang ke bunda depan anak-anaknya. membuat tangki cinta aku full'
oh, i wish.🤍😭
aku bilang ke istri, santai sambil tiduran di sofa.
"aku kan udah bantu cuci piring"
dia melongo, tapi matanya ngomong sesuatu
malamnya, dia duduk di depanku
"mas boleh tanya satu hal?"
"boleh"
"Bantu siapa?"
dua kata, dan aku ga bisa jawab
Sumpah, aku suka banget sama kata-kata Shin Min-ah tentang hubungan dan pernikahan. Banyak yang bikin mikir dan ngena banget💗😔
Ini dia beberapa kata-katanya yang paling aku suka:
"Menurutku semakin telat menikah, semakin bagus"
"Kenapa?"
"Bukannya lebih baik, kalau mengenal banyak orang (pacaran) dulu? perbanyak waktu untuk melihat dirimu sendiri, waktu untuk bisa introspeksi diri sebelum kamu menikah. Sambil pacaran, saat bersama orang ini, kamu punya cukup waktu untuk memikirkan dirimu."
"Tapi sebenarnya... diri kita sendiri tahu, Iho?"
"Tahu soal apa?"
"Tahu kalau dia bukan orang yang akan menikah denganku tapi kita cuma menyangkalnya saja karena sudah terlalu suka"
"Nggak harus soal pernikahan. Di hubungan pertemanan biasa pun ada teman yang asyik banget, tapi entah kenapa perasaannya seperti... seperti nggak nyaman. Diri kita sendiri sebenarnya tahu, kalau itu hubungan yang nggak sehat. Jadi harus berhati-hati dengan rasa asyiknya tentang hubungan antar manusia"
pada akhirnya ini bukan lagi tentang "if he want, he would" tapi "if Allah has written it for you, it will find its way to you, at the right time, in the right way" inget ya, apa yang emang buat kamu, pasti akan jadi milikmu, dan ga akan jadi milik orang lain.
MULAI SEKARANG, GANTI DOAMU
FROM :
“ya Allah, bahagiakan ibuku.”
TO :
“ya Rabb, peliharalah ibuku dengan kasih sayang-Mu yang tidak pernah putus. ampunilah segala dosanya, lembutkan hatinya, tenangkan fikirannya dan panjangkan umurnya dalam kesehatan serta iman. jika dia lelah, gantikan dengan kekuatan. jika dia bersedih, gantikan dengan ketenangan. jadikan aku anak yang tidak menyakitkan hatinya, yang mampu membalas walau sedikit pengorbanannya.
@KapudS640 Kayaknya kmrn baca, ada yg nulis tertampar khutbah Jumat. Kita lebih peka sosmed, daripada hub lsg, real life. Ini bisa jadi, contohnya. Kita pray for kecelakaan kmrn, tapi abai pada kondisi aktual yang bth "perhatian" kita sebagai manusia.