Semakin kamu memaksa cinta jadi pasti, semakin cepat ia turun derajat jadi prosedur.
Keabadian itu keadaan saat ini; “selamanya” cuma cara sopan memerintah masa depan agar ikut tanda tangan.
Cinta tidak selalu runtuh karena orang lain.
Ia lebih sering runtuh karena kepala kita sendiri: dorongan untuk memiliki, lalu kita bungkus rapi dengan nama perhatian.
Masyarakat menuntut konsistensi, seolah hidup harus bisa diprediksi. Aku melihatnya sebagai kuburan bagi perubahan. Bertahan pada pendapat lama demi terlihat rapi, sering cuma ketakutan yang menyamar jadi prinsip.
Kadang yang kau pertahankan bukan hubungan, hanya kebiasaan, jam biologis, dan takut kesepian.
Cinta bukan benteng tua yang harus dijaga meski di dalamnya tidak ada lagi yang tinggal.
Hutan di hatiku sudah lama gundul.
Namun entah dari celah mana tumbuh satu pohon yang batangnya tegak, dahannya mengeja senyummu.
Bagaimana mungkin kutebang rasa ini,
jika bahkan akar terdalam sudah terlanjur minum bayangmu seperti air paling terakhir di musim kering?
Saat cinta mulai menimbang siapa yang paling lelah, ia kehilangan kelembutannya.
Sebab ketika pengorbanan dicatat,
yang kita rawat bukan lagi hati, melainkan neraca.
Konsep Cinta yang setara hanyalah ilusi keseimbangan, di mana dua ego saling bernegosiasi atas nama kasih.
Ia tampak adil di permukaan, namun di bawahnya tersembunyi keinginan untuk memiliki, mengatur, dan menaklukkan dengan cara yang halus.”
Apa lagi yang bisa kupuisikan, kekasih..
Sedang engkau sudah menjadi bait itu sendiri.
Matamu adalah malam yang tenang
Dan senyummu, fajar yang menyingkirkan sepi.
Ketika standar hidup naik dan orang memiliki lebih banyak waktu dan uang untuk dibelanjakan, mereka menginginkan hobi yang kaya akan sejarah dan makna.
Ketika pria berselingkuh, mereka menemukan percikan gairah seksual yang baru untuk istri mereka. Seperti korek api yang dinyalakan dan semuanya terbakar. Saat wanita berselingkuh, bahkan dia enggan menatap wajah suaminya lagi.
Wanita selalu menginginkan TIGA pria.
Yang satu adalah pria untuk hatinya, yang lain adalah pria untuk kata-katanya, dan yang ketiga adalah pria di pelukannya!