Sederhana, meski Xpander tarikannya lemot tapi putaran tengah-atasnya dia enak banget emang, cuman sayangnya sama mitsubishi ga diimbangin sama dikasih rem yang pakem juga, walhasil yaa gitu itu deh remnya senin kamis
Selain itu, handlingnya kaku kek nyetirin kapal ferry
Min min min @redbull beliin Veda Pratama rumah di eropa dong min. Biar ga pulang selama musim balap. Serem kalo pulang dijadiin senjata politik. Plis min. Gw borong kratingdaeng dah di alpa.
@mengcaphe@oianas_ Orang miskin yang menerima bantuan PKH, “mewariskan” bantuan PKH ke anaknya yang sudah berkeluarga. Membenarkan bahwa kemiskinan menurun
Dapat vidcall dari Pak Reje (kepala desa) kalau misi normalisasi sungai dan jembatan telah berhasil.
Gotong royong kita bermanfaat untuk 7 desa, warga sudah bisa kembali beraktivitas normal, hasil panen bisa diangkut, guru-guru bisa kembali mengajar tanpa nyebrang pakai sling..
Selain bantuan logistik yang terus berjalan, ada 3 misi utama yang akan kita lakukan insyaallaah:
1. Aktivasi Sekolah dan TPQ terdampak dan menjadikannya sekolah darurat
2. Membangun sekolah sementara di area Posko
3. Menghadirkan Perpustakaan Masjid dan Perpustakaan Keliling
Kami tiba di Bener Meriah. Banyak akses terputus dan masih banyak desa yang terisolit. Kami mengerahkan beberapa alat berat untuk beberapa titik demi bisa menembus.
Medannya sangat berat, hanya bisa dilalui trail. Dalam penyaluran ini 2 trail terjatuh, termasuk milik saya..
Siapa Dr. Peter Berkowitz?
Nama ini sedang ramai di Depok.
Intisari
Dr. Peter Berkowitz merupakan ilmuwan politik dan hukum yang memiliki jejak akademik kuat serta pengalaman kebijakan publik di tingkat tinggi. Ia menunjukkan dukungan yang jelas terhadap Israel, terutama dengan:
1. Keberaniannya membela Israel atas kritik internasional melalui analisis terhadap hukum perang.
2. Pandangan yang menyoroti hubungan alami antara AS dan Israel sebagai fondasi ideologis dan historis.
3. Pernyataan tegas yang menyebut Israel sebagai “satu-satunya demokrasi” di wilayah yang membutuhkan dukungan kuat dari Amerika.
Detail
Latar Belakang Akademik & Karier
Dr. Peter Berkowitz saat ini menjabat sebagai Tad and Dianne Taube Senior Fellow di Hoover Institution, Stanford University. Ia memperoleh gelar B.A. dalam Sastra Inggris dari Swarthmore College, M.A. dalam Filsafat dari Hebrew University of Jerusalem, serta Ph.D. dan J.D. dari Yale University .
Sebelumnya ia mengajar filsafat politik, termasuk di Harvard University (1990–1999) dan George Mason University School of Law (1999–2006) .
Peran dalam Pemerintahan AS
Dari 2019 hingga 2021, ia menjabat sebagai Director of Policy Planning di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada masa pemerintahan Presiden Trump . Ia juga aktif sebagai kolumnis di RealClearPolitics dan anggota American Academy of Arts and Letters .
Fokus Riset & Publikasi
Berkowitz memiliki minat mendalam dalam bidang: pemerintahan konstitusional, konservatisme, pendidikan liberal, serta politik dan keamanan di Timur Tengah .
Ia adalah penulis beberapa buku penting, antara lain:
Nietzsche: The Ethics of an Immoralist (Harvard University Press, 1995)
Virtue and the Making of Modern Liberalism (Princeton University Press, 1999)
Constitutional Conservatism: Liberty, Self-Government, and Political Moderation (Hoover Institution Press, 2013)
Israel and the Struggle over the International Laws of War (Hoover Institution Press, 2012) .
Ia juga mengedit banyak koleksi esai tentang ide politik dan institusi melalui Hoover Institution .
---
Dukungan dan Sikap Terhadap Israel
Buku tentang Israel dan Hukum Perang Internasional
Dalam Israel and the Struggle over the International Laws of War, Berkowitz mengkritisi laporan Goldstone dan kontroversi flotilla Gaza dengan menyorot argumen hukum yang menurutnya “lemah hingga tidak dapat dibenarkan.” Ia menyatakan bahwa kritik semacam itu patut diluruskan agar hukum perang internasional yang sah tidak disalahgunakan sebagai senjata politik (“lawfare”). Ia menegaskan bahwa ia tidak menolak hukum internasional, melainkan membela prinsipnya dengan mengoreksi klaim yang cacat .
Tulisan Opini & Esai tentang Hubungan AS–Israel
Dalam salah satu esainya di Claremont Review of Books, Berkowitz menjelaskan bagaimana hubungan antara Amerika Serikat dan Israel berakar pada prinsip, pengalaman, dan pandangan sejarah yang sama, serta penolakan terhadap thesis “Israel lobby” yang dikemukakan oleh Mearsheimer dan Walt. Ia mendukung gagasan bahwa hubungan ini bukan hasil tekanan lobi, melainkan benih persekutuan ideologis dan strategis yang mendalam .
Pandangan Publik tentang Politik Pertahanan dan Hubungan AS–Israel
Dalam sebuah wawancara (via video), Berkowitz menyatakan bahwa Amerika Serikat *“berkewajiban mendukung Israel sebagai satu-satunya demokrasi penegak hak di Timur Tengah melawan kekuatan barbarisme”* .
Aktivitas Akademik & Pendidikan
Ia rutin mengajar di AS dan Israel, termasuk seminar tentang prinsip kebebasan dan tradisi konstitusional bagi mahasiswa di Israel . Hal ini memperkuat peran intelektualnya sebagai pendukung dialog dan pemahaman lintas budaya dan demokrasi.
Beberapa hari kebelakang, beberapa kawan atau bahkan banyak yang ngerasa badannya “greges” 🤔 Ngerasa kalo badannya tuh ga enak, ngerasa demam, meriang, ada juga yang ngerasa batuk dan pilek.
Serdadu zionis diperintahkan untuk menembak warga Gaza yang mengantre bantuan.
Monster macam apa yang ingin Indonesia bangun hubungan dengan kumpulan penjahat macam ini?