900 petani Jember dikasih tau:
"kasih KTP, KK, akta nikah, buat urus bansos."
Dikasih Rp200-250 ribu sebagai "terima kasih."
Yang kejadian: identitas mereka dipakai buat ngajuin KUR Mikro ATAS NAMA MEREKA.
Begitu cair, buku tabungan dan ATM langsung diambil alih si "petugas".
PIN-nya diseragamin semua biar gampang dikuras bareng-bareng.
Petani-petani ini sekarang tercatat py utang KUR ke bank, padahal duitnya enggak pernah mereka pegang sepeser pun.
Yang bikin ini bukan penipu jalanan biasa: ini melibatkan Pemimpin Cabang BNI Jember sendiri (inisial MFH), yang tau kreditnya bodong, tau syaratnya enggak kepenuhi, tapi tetep merintahkan "proses aja" , biar performa kredit cabangnya keliatan sehat di mata kantor pusat.
Bank yang katanya (kutip taglinenya sendiri) "melayani negeri", pucuk cabangnya malah nyulap 900 identitas rakyat kecil jadi alat nutupin data kredit macet biar dianggap berprestasi.
Kerugian negara: Rp41,4 miliar (audit BPKP).
Tersangka sekarang 4 orang.
MFH sendiri malah lagi jalanin pidana lain di Lapas Jember , jadi kasus KUR fiktif ini jalan paralel sambil dia di penjara buat kasus lain.
Bansos dijanjiin, KTP diminjem, utang ditanggung petani, duit dikorupsi orang dalam bank negara.
Ini bukan kredit macet biasa , ini korupsi berjamaah yang korbannya sengaja dipilih dari orang yang paling enggak punya daya buat ngelawan.
mark my words: selama masih ada orang-orang yang harga dirinya bisa dibeli semurah ini, this country will never go anywhere. presiden dan kroni-kroninya itu masih sangat mungkin menang lagi di 2029.
My ankle hasn't even healed yet now im getting a mysterious stomachache and back pain for days and i didnt even eat unhealthy food or do anything that would harm me FOR GOD'S SAKE GIVE ME A BREAK
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths https://t.co/8cvnt563TJ
Photo: Getty Images