🚨🇮🇷 BREAKING
Iran’s Foreign Minister Abbas Araghchi thanked Pakistan for bringing US and Iran face to face after years. Talks didn’t succeed today, but positivity is growing and discussions may resume soon.
He praised Pakistan for being the only one engaged in serious efforts.
@azamuddin91@spectriumX Nah. Jarang-jarang nih ada yang ngasih feedback . Biasanya “saya infokan beberapa hari lagi setelah interview”
Dan kita pun tidak tau apa kekurangan kita. 😁
📞 Macron calls Iranian President Dr. Masoud Pezeshkian:
Stop closing the Strait of Hormuz and you can have whatever you want…
France and Europe are ready to lift all sanctions, offer major oil and gas deals, and support you in international negotiations, on the condition that you immediately reopen the strait and restore freedom of navigation.
He told him: You are causing an unprecedented global energy crisis. Oil prices are skyrocketing, the European economy will collapse, and the whole world will pay the price because of the ships being stopped in Hormuz.
President Pezeshkian interrupted him calmly and firmly: Where were you when you imposed harsh sanctions on our people for decades? Where were you when you supported aggression against the region and ignited wars that have already destabilized the security of Hormuz?
Macron: This is a new chapter… We propose an urgent meeting in Paris or Geneva, and Europe will give you real economic and security guarantees.
Pezeshkian: We don't trust guarantees from countries that repeatedly betray their agreements.
We simply want: a complete cessation of military support for Israel, and the immediate and unconditional lifting of all sanctions, otherwise the Strait of Hormuz will remain closed… or the pressure will increase.
Macron: And a special exemption for French and European ships to ensure safe passage?
Pezeshkian: First, remove the American and Israeli military presence from the Gulf, then we can talk about passage.
Iran does not deal with those who play both sides. That's all I have to say.
Then he hung up. 💥
BREAKING: IRAN OFFICIALLY ACCUSES THE US AND ISRAEL OF CLEAR INTENT TO COMMIT GENOCIDE
They are deliberately targeting hospitals, ambulances, and water sources while arrogantly shouting "no mercy." War crimes don't even begin to describe this level of atrocity.
Breaking:
🇮🇷Iran is the first country in history that has tried to attack Diego Garcia.
Diego Garcia is a heavily secured joint UK–US military base located in the Indian Ocean
Iran's ballistic missiles range
- Shahab-1 — ~300 km
- Fateh-110 — ~300 km
- Shahab-2 — ~500 km
- Fateh-313 — ~500 km
- Zolfaghar — ~700 km
- Qiam-1 — 700–800 km
- Shahab-3 — 1,300–2,000 km
- Emad — ~1,700–2,000 km
- Ghadr — ~2,000 km
- Sejjil — ~2,000 km/ 2,500 km)
- Khorramshahr (variants) — ~2,000 km
- Kheibar Shekan — ~1,450–2,000 km
- Haj Qasem — ~1,400–1,800 km
- Fattah-1/2 — ~1,400–1,500 km
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah keniscayaan bagi umat Islam di tengah arus globalisasi.
Haedar Nashir menjelaskan bahwa KHGT merupakan respons terhadap keniscayaan globalisasi, yang ia gambarkan sebagai “kereta raksasa” yang dapat menggilas siapa saja yang tidak siap, namun menjadi kendaraan penting bagi mereka yang mampu menghadapinya.
Dalam perspektif universum, Islam disebut sebagai agama kosmopolit yang mengandung nilai-nilai universal, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, “Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin” (QS. Al-Anbiya: 107), yang menegaskan bahwa risalah Islam ditujukan untuk seluruh alam dengan nilai-nilai rahmat.
Haedar menyoroti sejarah Islam yang telah menunjukkan sifat globalnya sejak dulu. Islam menyebar dari Jazirah Arab hingga ke Magribi, Eropa (Andalusia, Balkan), Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara, meskipun dengan keterbatasan transportasi pada masa itu. “Ini bukti nyata bahwa Islam telah mengglobal sejak awal, sebagai wujud rahmatan lil alamin,” ujarnya.
Oleh karena itu, di era globalisasi yang menghapus sekat administratif, kehadiran kalender hijriah global menjadi mutlak untuk menyatukan umat Islam dengan satu tanggal dan satu hari di seluruh dunia.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berpijak pada identitas kebangsaan Indonesia, sebagaimana diwujudkan dalam dokumen resmi Pancasila dan Darul Ahdi Wasyahadah. Namun, untuk kepentingan universal, kalender global ini dianggap sebagai langkah strategis yang tidak dapat dihindari.
“Kita tidak lagi bisa hanya berbasis kalender lokal, kecuali untuk keperluan tertentu. Kalender global adalah jihad akbar dan ijtihad umat Islam menghadapi perkembangan global,” tegas Haedar.
Dari perspektif kesatuan, Haedar menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) sebagai keniscayaan untuk menjaga keutuhan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia. Ia merujuk pada Al-Qur’an, “Innamal mukminuna ikhwah” (QS. Al-Hujarat: 10), yang memerintahkan umat Islam untuk bersaudara, serta perintah untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah (QS. Ali Imran: 103).
Namun, ia mengakui bahwa ukhuwah sering sulit dipraktikkan dalam dua isu besar: konflik Palestina dan penentuan kalender hijriah.
Haedar menyebut penentuan kalender hijriah sebagai “jalan terjal” bagi Muhammadiyah, terutama karena perbedaan pandangan di tingkat lokal dan global. Ia mencontohkan kebingungan umat awam ketika tanggal penting seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, atau 10 Zulhijah berbeda-beda, bahkan hingga dua atau tiga hari, padahal peredaran bulan, matahari, dan bumi bersifat eksak.
Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah terbuka untuk dialog dan musyawarah demi mencapai mufakat. “Prosesnya mungkin lama, bisa 10, 50, atau 100 tahun, tapi Muhammadiyah akan sabar menanti,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif individu dan organisasi lain yang telah merintis gagasan serupa, serta mengajak semua pihak untuk menyisihkan kepentingan pribadi demi persatuan umat. Kalender global tunggal mungkin punya kekurangan, tapi sistem lain juga tidak sempurna. “Mari duduk bersama untuk satu tujuan: satu hari, satu tanggal,” ajaknya.
Dari sisi saintifik, Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai salah satu parameter kalender global, di samping prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa hisab dan rukyat sama-sama memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti hadis dari Ibnu Umar, “Fain gumma faqdurullahu,” serta ayat yang menyebutkan kepastian peredaran matahari dan bulan (QS. Yunus: 5).
Haedar menekankan bahwa perubahan metode tidak perlu ditakuti, karena metode hanyalah wasilah (sarana) untuk mencapai tujuan. Muhammadiyah sendiri pernah beralih dari rukyat ke hisab hakiki, menunjukkan keterbukaan terhadap pembaruan.
Ia juga merujuk pada konsep falsifikasi dalam ilmu pengetahuan Barat, yang membuka peluang untuk menguji dan memperbarui teori. “Jika kalender global ini dikritik, kami terbuka. Bahkan ijtihad yang salah pun mendapat pahala,” ujarnya, mengutip prinsip bahwa ijtihad adalah kunci peradaban Islam.
Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. “Hilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,” katanya.
Ia juga menyoroti kebutuhan generasi milenial dan Gen Z akan kepastian kalender, serupa dengan kalender Masehi yang telah mapan, seperti perayaan Natal yang selalu jatuh pada 25 Desember di seluruh dunia.
Meski tantangan masih besar, Haedar optimistis bahwa dengan dialog, musyawarah, dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kalender hijriah global tunggal dapat terwujud. “Jika tidak sekarang, mungkin 25, 50, atau 100 tahun ke depan. Tapi jangan terlalu lama, karena generasi muda menanti,” pungkasnya.
Sumber: https://t.co/Ki6OYgVFy8
#SaatnyaKalenderHijriahGlobalTunggal #SiapLebihAwal #Muhammadiyah
JUST IN 🇮🇷🇺🇸: Message of Renewal and No Surrender from Iran's Spokesperson of the Ministry of Foreign Affairs
Esmail Baghaei: Can a nation that celebrates a rebirth each year from the ashes of winter ever be brought to its knees by fear? Our ancestors taught us this: Every night has its dawn; every winter, its spring.
به مناسبت مراسم تشییع سلحشوران نیروی دریایی ارتش جمهوری اسلامی ایران: یاد آنان همواره در قلب ملت ایران خواهد بود و این شهادتها بنیان ارتش جمهوری اسلامی را برای سالها در ساختار نیروهای مسلح استوار مینماید. ازخداوند متعال علو درجات برای این شهدای عزیز خواستارم.
🚨HOLY FKN SHIT!! 🤯
Iranian Foreign Minister - Abbas Araghchi says:
“When we say we don’t want a ceasefire, it isn’t because we seek war. This war must end in a way that ensures our enemies never again think of repeating these attacks.”
“They have now seen what kind of nation they are dealing with, one that will defend itself and will take this fight as far as necessary.”
Ayah korban beberkan kronologi lengkap anaknya tewas dianiaya Brimob :"Pelaku Brimob sempat mengelak atas perbuatannya"
Inimah masuk pembunuhan berencana! @DivHumas_Polri kalian klo gak ngebunuh orang, gatel kah tangan kalian? 🤔
📌Langsung aja, Ini struktur isi CV yang bener - bukan asal tulis jobdesc dan bukan asal ATS friendly, apalagi graphics CV pake Canva padahal non creative jobs.
Gue ambil langsung dari breakdown-nya Jonathan Javier (Wonsulting – ex Snapchat) yang tembus kerja di perusahaan top-tier.
👇 Guidancenya begini berdasarkan warna, CV yang bener itu terdiri atas:
🟥 Action Verb
🟧 Hard Skill
🟩 Impact Metrics
🟦 Impact Statement
🟨 Soft Skill (secukupnya)
Lanjut penjelasan tiap bagiannya nih gue reshare dengan bahasa sederhana 👇