jujur program 1 keluarga 1 sarjana emang bagus
tapi fakta kalo mbak ITB ini berjuang mati-matian dari keluarga kurang berada sampai S2 di ITB trs standar “sukses” dia yg dihighlight malah nikah sama dokter tuh agak gimana ya
jujur aja kita masih terjebak di pola pikir bahwa perempuan butuh bonus suami mapan biar ceritanya bagus di society bahkan di cerita fiksi yang beredar di luar sana banyak tokoh perempuan yang endingnya diselamtkan atau menikah dengan pangeran. sound familiar?
di tambah stereotipe dokter yang identik sama pinter, sukses nambah layer kalo beneran sukses kalo nikah + dokter = happy ending.
mohon ijin, achievement mbak ini di-erase demi representasi kisah dari miskin ke nikah dgn dokter 🙏🏻
Kalian sadar gk ?
banyak daerah yg udah mulai demo tapi gk disiarkan media
Daerah yg sudah mulai Demo:
- Jakarta (Cikini Raya & Badan Gizi Nasional)
- Bandung (DPRD Jabar)
- Medan (Lapangan Merdeka)
- Kendari (Bundaran Tank)
- Semarang
Katanya mulai merembet ke Sulawesi & Sumatera juga 💀
1 Juni 2026: ratusan peternak Blitar bagi2 1 juta butir telur gratis di depan kantor bupati.
Bukan karena murah hati , tapi karena jual pun rugi.
Harga jual: Rp 20.600/kg.
Biaya produksi: Rp 23.000/kg.
Harga acuan pemerintah: Rp 26.000/kg.
9 Juni 2026 , tepat 8 hari kemudian , Mentan Amran baru mengusulkan peternakan ayam masuk daftar negatif investasi.
Yang unik : investor China sudah ketuk pintu sejak April. Rp 1,4 triliun. Difasilitasi Kadin. Untuk rantai suplai MBG.
Protes peternak rakyat diabaikan berbulan2.
Investor asing masuk , baru gerak 8 hari.
Jadi siapa yang sebenarnya dilindungi?
Chatib Basri @ChatibBasri:
"Tugas menteri keuangan itu gampang, hanya punya opsi 3:
1. Naikkan
2. Pinjam
3. Potong
Di kondisi sekarang, ga mungkin naikkan pajak. Ga mungkin juga pinjam karena cost of fund pasti tinggi.
Jadi ga ada opsi lain selain potong spending"
Seorang siswa gagal menyelesaikan kompetisi OSN karena terjadi pemadaman listrik total di menit ke32 ketika pengerjaan soal.
Pemadaman berlangsung lebih dari 4 jam & memutus seluruh jaringan internet di beberapa kecamatan, sehingga data seluler pun tidak bisa digunakan untuk mengerjakan soal.
CC: nanad.0814
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L
Isih hurung kapok poooo, wong wongan bayaran. Disini udah fokus masalah nasional, yang situ malah fokus mbelah umat karo entuk bayaran🤑🤑🤑.
Ramasalah sihh nek ameh demo, tapi buat apa nek yang dipermasalahkan mbela kepentingan rakyat/kolektif?
cah ugm postere og AI 🤣🤣
GILAAA SIH INI‼️
jadi ada mahasiswa di US, nulis tesis 30 HALAMAN selama 6 BULAN. BENERAN ngetik sendiri. BUKAN ChatGPT. BUKAN JOKI.
history Google Docs-nya ada semua. dari draft jelek, typo, revisi, sampe final. timestamp jelas dari januari sampe juni.
pas sidang, kampus bilang:
"AI detector lu 98% NIH. LU PASTI CURANG."
dia bawa laptop. "pak/bu, INI HISTORY SAYA. bisa diliat sendiri."
jawaban pihak kampus?
"NGGAK PERLU DILIAT."
Busett dahh😭
OMG, child trafficking ke Prancis diduga lewat proses di Kedutaan Besar Prancis di Jakarta? 🤯😭
Jadi ada kasus di Prancis, 2 laki-laki didakwa dalam kasus penyekapan anak di bawah umur, pemerkosaan berat, & perdagangan manusia.
Modus:
- Pelaku lakukan pengakuan paternitas (pernyataan hukum resmi yang menyatakan bahwa ia adalah ayah sah dari seorang anak) terhadap beberapa anak Asia
- Pengakuan paternitas dilakukan di Kedutaan Besar Prancis di Indonesia (Jakarta)
- Setelah diakui secara hukum, anak2 tersebut diberi paspor Prancis sehingga mudah dibawa ke Prancis
- Tujuannya untuk eksploitasi seksual
Temen gw kerja di PLN.
Dia bilang ada satu pertanyaan yang tiap hari bikin dia dimaki, dan dia capek ngejelasinnya.
Pertanyaannya: "kok beli token 100 ribu, dapet listriknya kurang? Sisanya ke mana?"
Dia cerita ke gw sambil geleng-geleng. "Yang motong duit itu bukan PLN. Tapi yang dimaki tetep kita."
Gw ngerutin dahi. Kalo bukan PLN, terus siapa yang ngambil?
Malem itu gw cek struk token gw sendiri. Ada satu baris kecil yang selama ini gak pernah gw baca.
Namanya Yasika Aulia Ramadhani. Usia 20 tahun. Pembina Yayasan Yasika Group.
Di usia yang kebanyakan orang masih mikirin skripsi, dia udah mengelola 41 dapur MBG yang tersebar di Makassar, Parepare, Gowa, dan Bone.
Inspiratif banget. Tapi tunggu dulu.
Aturan BGN: maksimal 10 dapur per yayasan, per provinsi.
Cara Yasika punya 41: daftar lewat beberapa yayasan berbeda-beda. BGN-nya sendiri yang ngaku ke publik:
"Tahunya itu dari cerita orang. Yang kami baca cuma dokumen."
Jadi sistem dilangkahi , dan yang melangkahi bukan sembarang orang.
Ayahnya: Yasir Machmud. Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan. Partai Gerindra.
Fungsi utama DPRD: mengawasi penggunaan anggaran publik.
Program MBG dibiayai Rp 335 triliun anggaran negara , dari pajak lo, dari pajak gue.
Trus anak Wakil Ketua DPRD mengelola 41 dapur dari program yang seharusnya diawasi oleh ayahnya sendiri.
Saat wartawan tanya ke Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulsel soal konflik kepentingan ini:
"Aduh, saya tidak bisa berkomentar soal itu."
Saat wartawan coba konfirmasi ke Yasir dan Yasika: tidak direspons.
Kolom komentar Instagram keduanya langsung ditutup.
Dan BGN bilang tidak bisa menghentikan 41 dapur itu karena:
"Kasihan anak-anak yang sudah terima manfaat."
Bukan tuduhan.
Ini fakta yang sudah dikonfirmasi BGN sendiri, diliput Liputan6, Tempo, Kompas , dan diinvestigasi ICW, yang menemukan 102 yayasan mitra MBG di 38 provinsi terafiliasi politisi, militer, dan polisi.
Gerindra: partai paling banyak afiliasinya dengan 7 yayasan.
Program ini katanya untuk anak-anak kurang gizi.
Pertanyaannya sederhana: siapa yang paling bergizi dari program ini?
Lo baru sadar HPnya ilang, langsung buka Find My Device lewat laptop.
Last seen 5 jam lalu di Stasiun Gambir. Abis itu? Udah.
Nggak gerak lagi. Langsung offline.
Si maling langsung matiin internet biar ga ke trace. Itu cara jadul.
Dulu sampe situ doang.
Sekarang? Nggak lagi.
Di sekolah gw dibilang gini sama guru lain
"gak usah kaku-kaku banget lah bu, mereka cuma nyanyi" ketika nyuruh diem murid yg nyanyi bolu ketan.
No. I dont want my student giving him a free electoral campaign.
You all never learn from omke gas branding gemoy and it shows.