🚨Bukan proyek Prabowo yang penuh drama korupsi.
Tanpa banyak pidato, 2.500 rumah diberikan gratis oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada korban Banjir di Sumatra.
Terima kasih Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia 🙏
tapi memang orang indonesia ini kenapa ya kayak sirik banget sama orang pinter? sama orang yang juara kelas, sirik. sama orang yang kuliah, juga sirik. apalagi kalau 2 orang ini susah dapat kerja tuh kenapa di farming segitunya sih? gw benci bgt crab mentality yg kaya gini tuh😭
gimana sih cara jelasin ke orang-orang kalau yang ditentang feminisme itu bukan soal "masak buat suami." nya? tapi gimana peran memasak itu dikotakkin berdasarkan gender dan akibatnya istri hanya dilihat berdasarkan "fungsi" nya aja, yang ga sesuai "fungsi" langsung dipertanyakan
Cewe yang gamau hamil karena gamau badannya rusak dibilang egois.
Sebenernya siapa sih yg egois? Yang nyuruh hamil tapi bukan badan dia apa yang punya badan?
“titik terendah orang sekarang adalah kuliah” oh to think these people get to vote…..
makanya pemerintah seneng bikin mayoritas warganya tetep bodoh dan miskin, ya supaya gampang dikasih propaganda kayak gini so they can just stay ignorant. dan orang kaya akan bertambah kayaaaa
I love Indonesia so much, alamnya, warga-warganya, budayanya… but this country is so fucked that I can’t help feeling like I deserve better than living here :’)
Gw rasa budaya sopan dan gak enakan di Indonesia mulai gak cocok.
Karena terlalu sering dipakai sebagai senjata: orang yang kritis dibilang melawan, yang pintar dianggap mengintimidasi, sementara yang pasif & bodoh justru dipuji sebagai sosok yang tunduk dan loyal.
Dan ini gak cuma berlaku di pemerintahan, tapi juga di pendidikan, rumah tangga, keluarga, kantor dan masih banyak lagi.
HIDUP PEREMPUAN YANG MELAWAN!
hari ini jalanan dipenuhi suara perempuan.
ibu-ibu, mahasiswi, pekerja, dan banyak perempuan lain turun ke jalan bukan buat minta lebih. mereka cuma menuntut hak yang seharusnya memang dimiliki setiap rakyat: hidup yang layak, harga yang masuk akal, kebijakan yang berpihak, dan negara yang mau bertanggung jawab.
bangga melihat perempuan saling menggenggam, saling menjaga, dan berani bersuara. karena perempuan bukan cuma diminta kuat saat menanggung krisis, tapi juga punya hak untuk marah ketika hidup mereka terus dipersulit.
dan sebagai perempuan, rasanya bangga sekali melihat begitu banyak perempuan berdiri bersama hari ini.
sebab diam bukan kodrat, dan bersuara bukan dosa.
untuk semua perempuan yang hari ini memilih turun ke jalan, terima kasih. kalian mengingatkan bahwa memperjuangkan hak bukanlah tindakan yang berlebihan, melainkan bentuk cinta paling sederhana kepada diri sendiri, keluarga, dan masa depan yang lebih baik #demo
Nikita Willy: "Sejauh mana batasan keterlibatan mertua dalam rumah tangga anaknya?"
Bu Rani: "Saya kalau mau ke rumah anak saya, saya WA mantu saya dulu."
Mungkin dia lagi capek. Mungkin kulkasnya kosong. Mungkin dia lagi ingin sendiri.
"Anak kita siap menerima kita kapan saja. Tapi menantu kita belum tentu."
Setuju ya bu ibu 🤔
Bu Rani bilang banyak orang tua sebenarnya tidak membenci menantunya.
Mereka hanya tidak siap menerima satu kenyataan:
"Anak kita sudah ada yang punya."
Karena sejak menikah, anak yang selama ini hanya menjadi bagian dari keluarga kita, kini juga menjadi bagian dari keluarga orang lain.
Dan tidak semua orang tua siap dengan perubahan itu.
Menurut Bu Rani, banyak konflik mertua dan menantu bukan karena ada yang jahat.
Tapi karena ekspektasi.
Mertua berharap menantunya punya pandangan hidup, kebiasaan, bahkan nilai yang sama dengan keluarganya.
Padahal menantu dibesarkan oleh orang tua yang berbeda.
"Kalau kita sebagai orang tua sudah memberikan restu kepada anak kita untuk menikah, biarkan mereka menjalani hidup dengan nilai-nilainya sendiri." — Bu Rani
Menurutnya, nilai yang diajarkan orang tua kepada anak belum tentu cocok untuk pasangan hidup anaknya. Karena itu, orang tua perlu siap menerima bahwa anaknya mungkin akan memiliki cara hidup yang berbeda setelah menikah.
cc:threadhallolalalah
Namanya Bu Soe Tjen Marching Dosen di London dan penulis
Seorang dosen Financial freedom tapi masih peduli keadaan bangsa dan negara
Itu buzzer rupiah untuk makan dan bayar sekolah anak harus jual kesedihan dan nipu dulu
Kok bisa bisanya jilat jilat penguasa
Kaka kaka yang belum tau, demo emak emak yang asli yang ini ya.. dihalang halangi..
Kalo yang emak emak kemarin demo mendukung MBG itu, yah tebak sendiri aja lah.
Baru kali ini ngedenger anak buahnya presiden ngomong jujur. So, para pegiat dunia gizi dan nutrisionis, here it is.
Embege sama sekali gak bertujuan untuk atasi stunting atau memperbaiki gizi anak-anak.
U don’t need 100% of ur brain capacity, or even 50%, to understand this.
Buat cewek2, ini gambaran kalo kamu nikah ama cowok benalu, generasi sandwich, dan suka minta split bill.
Di benak cowok2 tersebut, tugas mereka hanya kerja dan bayar nafkah 30%-50%. Selesai.
Sedangkan tugas istri:
1. Harus kerja dan bayar nafkah 50%-70%
2. Hamil, melahirkan, menyusui
3. Mengurus anak (makan, mandi, tidur, rawat anak waktu sakit, sekolah, mendidik anak sampe gede)
4. Masak tiap hari
5. Ngurus rumah dari A-Z
6. Ngurusin dan layanin si laki
7. Ngurusin ortunya si laki
cc:threadqueen_queen.est
Mentemen nanya, daerah mana di Indonesia yang memenuhi kriteria ini?
-Biaya hidup dan sewa rumah relatif murah.
-Akses ke bandara kurang dari 2 jam.
-Ada rumah sakit besar dan pendidikan/sekolah bagus/memadai.
-Tidak macet atau jarang.
-Udara masih bersih.
-Kriminalitas rendah.
Ada nggak??