Karena dulu ngebesarin anak itu kerjaan satu keluarga besar dan satu kampung. Makanya ada istilah: "it takes a village to raise a child".
Dulu, ibu lagi gak bisa ngurus anak, masih bisa di-cover saudara, bibi, paman, nenek, ipar, tetangga, ibu-ibu satu kampung, dst.
Sekarang struktur keluarga makin kecil, beban mengurus anak jadi murni tugas orang tua, terutama di kota-kota besar. Beban membesarkan anak menjadi sangat berat.
Ibu-ibu zaman sekarang itu kasian sebenernya. Banyak yang kerja, kepikiran anak di rumah, gak ada yang bantuin, stres dipendam sendiri. Ya Allah... 😭😭
katanya “gamau pilih anies, cuma pinter ngomong”
lah ini udah ngomong aja ga becus, kerja juga ga bener. minimal yang kalo kita kritik ga ngatain kita bodoh.
SBY buruk, Jokowi buruk. Tapi mereka sama sekali gapernah ngomong kayak gini dalam forum resmi. Seorang presiden, pemimpin negara bicara dengan kapabilitas yang cuma seperti ini.
Orang-orang yang memilih dia karena kasihan atau karena apapun, kalian berdosa sekali untuk seluruh manusia di negeri ini. Bajingan kalian dan pilihan kalian. Bedebah.
Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia
Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi
Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter
Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar “boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal.
========
Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko
Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya.
Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
KONTEKSNYA :
jadi di salah satu sekolah korea selatan, seorang guru sedang melakukan praktik mengamati serangga, lalu guru tersebut melepaskan serangga serangga itu untuk bisa berinteraksi langsung dengan siswanya, ga di sangka ternyata serangganya terbang dan gurunya seneng, tapi siswa nya malah lari lari karena takut beberapa juga ada yang nangis, nah di foto ke 3 ada siswi cewek yang bawa raket nyamuk datang sebagai pahlawan buat matiin serangga serangganya😭😭