Menilik lembar sejarah, KM ITB sempat disematkan titel The Last Stronghold, sebuah era di mana gading Ganesha yang hadir sontak bagai pertanda rapuhnya tubuh Ibu Pertiwi. Nahas, saat sang Ibu Pertiwi sedang kritis, kini yang tersisa hanyalah gading Ganesha yang patah nan rapuh.
Yang menyebabkan kita harus menerima kenyataan pahit akan julukan "tidak napak tanah" itu memang pantas kita sandang. KM ITB telah gagal membumikan mahasiswanya. Tapi pertanyaan yang lebih pentingnya adalah: apakah kita, sebagai mahasiswa akan terus menjadi penonton?