Kebanyakan dari mereka ga bisa berpikir out of the box.
Kalau kalian perhatiin, yang susah cari kerja rata-rata polanya sama semua alias template.
Sekolah dari SD sampai kuliah, pas kuliah sibuk kejar nilai akademik atau join organisasi kampus biar keliatan aktif. Waktu luangnya cuma diisi nongkrong, energi dan pikiran masih fokus ke pacaran. Sama sekali ga kepikiran buat invest waktu ke skill yang relevan, apalagi belajar tentang AI.
Hasilnya? Value mereka identik satu sama lain. Ga ada differentiator.
Akhirnya mereka PVP di oversaturated job market dengan skill set yang sama, lalu heran kenapa 120 lamaran ga ada yang lolos.😂
Masalahnya bukan cuma soal ekonomi, tapi juga commodity trap:
"kalau kamu ga punya sesuatu yang bikin recruiter berhenti scroll, kamu cuma jadi noise di antara ribuan kandidat lain."
iseng doang, sebetulnya aku udah mutusin buat ga kuliah karena males, maunya lanjutin kerjaan papa aja, tpi penasaran pada heboh bener utbk, katanya susah?
kerja 'seenak' apa yg ak mw utk saat enih:
1. gaji 10juta
2. cover bpjs kesehatan & semua bpjs kemnaker
3. hak cuti lebih dari 12 hari yang mana bisa diambil sejak tahun pertama bekerja
4. culture perusahaan ga mempersulit pulang tenggo/cuti/izin
5. masuk 5 hari seminggu jam 9-5
“Rakyat kita bermimpi untuk hidup layak.”
Orang mah mimpi tuh keliling dunia, sekolah tinggi sampai S3 atau jadi profesor, punya penghasilan 3 digit perbulan… untuk hidup layak DOANG kok harus BERMIMPI tuh berarti negaranya gagal wok
anies kalau public speaking tuh adem dan berbobot gitu, ga ngetrigger flight or fight. kalau denger prabowo public speaking rasanya udah mau dibawa ke medan perang
"Kalo tau bakal begini ga bakal gw dukung"
Ngga, lo bukan gatau, tapi bodoh aja. Dari program kerja, riwayat hidup, sampe debat pun lo harusnya udah bisa nilai.