gue ASN kementerian. gaji + tunjangan sekitar 8 jutaan.
dari situ, biaya ojol PP + KRL ke kantor aja bisa habis sekitar 2 jutaan per bulan. laptop kerja pakai laptop pribadi. internet dan komunikasi juga sering pakai resource sendiri.
jadi pas dengar statement kalau ASN kerjanya cuma “absen, ngopi, pulang”, gue langsung mikir… kita ngomongin ASN yang sama gak sih? 😭
apalagi sejak efisiensi, pendampingan ke daerah banyak dialihkan lewat Zoom. review usulan satu-satu, koordinasi bisa berhari-hari. mata literally sampai jereng gara-gara kebanyakan Zoom 😭
kadang kuota pribadi juga kepakai karena jaringan kantor ya… bapuk.
belum lagi request pejabat yang datang tiba-tiba, bahkan di luar jam kantor. “harus sekarang?”, “malam ini?”, “besok pagi sudah harus ada.”
entah gimana caranya, kita dituntut harus always ready. 😭
bukan berarti semua ASN rajin dan produktif. obviously not.
kalau ada yang cuma absen terus ngopi, ya memang harus dievaluasi. tapi jangan satu stereotip dijadikan gambaran semua ASN.
busy belum tentu productive, gue setuju. tapi produktivitas juga gak bisa diukur cuma dari kelihatan duduk di kantor atau enggak.
banyak kerjaan birokrasi yang hasilnya memang gak langsung kelihatan.
dan kalau mau ngomongin “ASN dibiayai negara”, maybe sekalian apple to apple juga. bandingin beban kerja, gaji, tunjangan, fasilitas, sampai tuntutan responsibilitas ASN dengan anggota dewan.
sebagai pembanding, DPR sendiri pada September 2025 mengumumkan take-home pay anggota sekitar Rp65,6 juta per bulan.
sekian. 😭
i loOoOovee being called 'sayang'. like it's the softest, prettiest and sweetest word 'iyaa sayang' 'sayangkuuu' 'kenapa sayang?' literally just a word, but it makes me feel so loved. 🤍🤍
tau silent burnout gak si?
jadi, silent burnout itu dimana keadaan emosi dan mental kita lagi cape cape nya, but you just stay quiet about it dan kita gak pernah yang kayak ngeluh badan sakit karena capek atau mungkin jadi emosi meluap tapi orang yang ngalamin itu kehidupannya tetep berjalan normal tapi hati nya lagi hancur secara perlahan. i think that’s dangerous if we can’t control our emotions.
akibatnya kita jadi lebih gampang nangis karena banyak emosi yang belum di luapin.
tbh, punya trauma itu scary banget. once you've been hurt, u get scared to get attached again karna bakal terus kepikiran kalo every1 u love will eventually hurt u
some traumas aren't visible, but they're still alive in someone's head