tipe cowo gue di umur 18:
tinggi, cakep, gaji 2 digit, gawl, fashion nya mantep, berotot, blablabla.
tipe cowo gue di umur 23:
ga emosian, ga insecure, understood, milih gue in every occasion, apresiasi dan ngerayain gue, did i already say ga emosian?
Rame lagi soal komentar Jerome Polin terkait "si Jule". Jerome menyoroti hal yang cukup sarkas tapi nyata: gimana narasi publik bisa berubah drastis cuma karena faktor visual atau "cantik". Apakah kita memang se-pelupa itu?
Jerome menuliskan : sejak ada streamer yang undang Jule, publik mulai "lupa." Alasannya? "Cantik." Segampang itu kah kita disetir? Segampang itu kah kita lupa?
Jerome juga narik korelasi ke isu yang lebih besar: Korupsi.
Kalau untuk urusan selebgram/streamer aja kita gampang memaafkan tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas, nggak heran kalau di level negara, para koruptor masih bisa santai dan tetap eksis.
Selain itu Jerome juga menambahkan
Ini bukan soal Jule doang. Ini soal cancel culture gagal total di Indonesia. Jule makin eksis pasca-skandal, followers balik, brand endorsement juga balik. Padahal belum ada pertanggungjawaban yang jelas.