Saya punya pengalaman.
Dulu, saya paling anti sekali untuk antre di pom bensin. Jika saya rasa bar bensin masih bisa bertahan hingga besok pagi, maka saya akan memilih mengisi besok saja.
Tapi setelah besoknya motor saya mogok ketika jauh dari pom, saya jadi mulai membiasakan memilih antre sebelum pulang ke rumah.
Awalnya memang terasa menyebalkan. Tapi lambat laun, saya menemukan sebuah perasaan yang selama ini hilang di hidup saya.
Perasaan yang hanya muncul ketika saya memperhatikan sekitar.
Beberapa tahun ke belakang, di tiap waktu senggang, saya lebih memilih membuka ponsel daripada memperhatikan sekitar. Saya mulai membaca timeline twitter atau menonton video pendek di tiktok.
Tidak lagi membaca buku, membaca artikel, membaca komik, atau sekadar duduk-duduk bengong biasa.
Lantas karena saya tidak boleh memakai ponsel di pom, saya jadi terpaksa mengantre sambil memperhatikan sekitar. Dan ternyata, saya kembali menemukan apa yg dulu selalu saya suka.
yaitu, memperhatikan bagaimana hidup ini sedang bekerja.
Saya bisa melihat gelagat lelah dan jenuh dari SPG Pom bensin, pria paruh baya tanpa helm dan kaos kutang yang terpaksa keluar malam-malam untuk mengisi bensin, pengemis yang menunggu di ujung antrean, keresek di gantungan motor yang berisi makanan untuk disantap keluarganya di rumah, supir angkot yang kelelahan mengejar setoran, dan masih banyak lagi kisah hidup berbeda-beda dari satu pom bensin saja.
Semenjak saat itu, saya jadi tidak lagi keberatan jika harus antre untuk isi bensin.
Sebab, mungkin itu cara semesta membuat pergerakan saya di dunia ini menjadi lebih lambat dan rehat sejenak untuk bisa kembali menemukan makna tentang 'hidup'.