momen koruptor bupati langkat keluar dari gedung kpk, wartawan:
"woi ngomong b*ngs*t"
"sekolah gasih? seragam sekolah dikorupsi, kok tega"
"gila yaa, otaknya gada kali ini orang ya. makanya botak"
renyah bgt celetukan wartawannya tapi dia masih bisa senyum-senyum
JEMBATAN MEGAH DAN KUAT
PATUNGAN 1,08 Miliar, di kerjakan masyarakat lokal setempat tanpa campur tangan pemerintah sepeser pun & tanpa setetes keringat pun pekerja PU.
Bunyi petasan dan tepuk tangan pecah ketika pita di ujung Jembatan Enang-Enang dipotong pada Kamis, 2 Juli 2026
Jadi keinget, speechnya Park Shin Hye di SBS Drama Awards 2024 pernah bilang gini:
"Dia berterimakasih kepada fans yang tidak meninggalkannya bahkan setelah dia menikah dan punya anak 🥹🫶🏻"
Buset ini jahat banget, bayangin dah ada anak kecil tidur di lantai karena homeless, terus pasti kelaperan tp malah diusilin pake api sama pegawai indomrt yap! 😭
Respect sih sama artis yang berani nolak masuk politik. Tau kapasitas, tau passion, ga ngerasa semua panggung harus dia naikin.
Lagian kenapa sekarang banyak banget artis tiba-tiba berlomba nyemplung ke politik?Politik tuh bukan komedi candaan anjr. Rakyat ga butuh cameo, rakyat butuh orang yang emang ngerti kerjaan. Udah deh yang jago akting ya akting aja, yang jago nyanyi ya nyanyi aja. Jangan dikit-dikit ngerasa modal terkenal trs bisa jadi wakil rakyat. TV masih butuh hiburan, parlemen butuh orang yang beneran kerja.
Fathimah merespon demo pro MBG:
“Orang bisa sampe demo demi uang 100rb dan panci harusnya menjadi kaca pemerintah untuk membenahi ekonomi indonesia, membuat orang yang tidak mampu menjadi mampu, bukannya di iming iming sesaat”
Sayangnya pemerintah cuma memikirkan kantong mereka sendiri
dia tuh kayak sering kelepasan ngondek gitu ngga sih 😭
kayak "aaaarrrggghh aku harus jadi macho aku harus jadi machoo!!! ehhh aduh aduhh kelepasan neeyyykkk"
Guys kalian tau kasus ini ga? Lagi rame di fb dan thread
Beritanya gini:
Sebanyak 27 anggota Paduan Suara Wanita (PSW) asal Kepulauan Riau harus menelan kekecewaan setelah gagal berangkat ke Manokwari untuk mengikuti Pesparawi Nasional XIV. Padahal, mereka sudah datang ke Jakarta dengan koper, seragam lomba, dan semangat penuh buat mengharumkan nama daerah. Sayangnya, saat hendak check-in di bandara, mereka baru mengetahui kalau tiket yang mereka pegang ternyata masih sebatas pemesanan dan belum dibayar. Akibatnya, rombongan yang sudah dilepas resmi oleh pemerintah daerah itu terpaksa batal terbang dan kehilangan kesempatan tampil di ajang nasional.
Meski mimpi mereka pupus di depan mata, para peserta memilih menyikapinya dengan cara yang bikin banyak orang salut. Alih-alih marah atau membuat keributan, mereka justru menyanyikan lagu yang seharusnya dibawakan di panggung lomba, tepat di area Bandara Soekarno-Hatta. Aksi itu langsung menyentuh hati banyak orang dan viral di media sosial. Di sisi lain, kejadian ini juga memunculkan banyak pertanyaan soal siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian tersebut. Publik pun mendesak agar persoalan ini diusut tuntas, sementara 27 perempuan asal Kepri itu tetap dikenang sebagai sosok yang menunjukkan keteguhan, profesionalisme, dan semangat meski gagal tampil di panggung yang mereka impikan.
This is exactly why I couldn’t feel sympathy for that Afghan father who sold his daughters to feed his sons. This man, on the other hand, disguised his daughter as a boy for 10 years so she could go to SCHOOL. Same country, same conditions, 2 completely different choices.