@DaggerD66242054 karena kamu pake pikiran manusia. coba kamu pikir jaman sebelum ada lampu, pasti orang2 mikir lampu itu sihir. sama kaya sekarang. kamu mikir agama itu hal rendah, padahal jelas semua Rasul Allah menyampaikan hal yang sama hingga Rasul terakhir, Muhammad. kamu yang ga mau terima
@mabduhtuasikal saya pribadi, umur 33 tahun masih single karena belum bekerja lagi, ustadz. selain itu, banyak sekali standar2 dunia untuk pihak wanita, dan saya tidak menyalahkan. hanya itu alasan saya belum bisa menikah. jadi mau ga mau "mengejar dunia" dulu
@fotodakwah min, jangan gitu. inget ada dalil tentang ini. tujuan kita bukan memaksa tapi ngasih tau, apalagi mereka juga statusnya muslim. kita nggak mau direndahkan, jangan merendahkan mereka berlebihan. cukup kasih dalil untuk meluruskan, bukan merendahkan
https://t.co/XJR1RoyoDM
@sulkycatz "jika kamu belajar Islam yang benar, maka jikapun kamu belajar dari lahir hingga wafat, maka yang kita pelajari hanyalah 2 ujung ruas jari". maksudnya adalah ketika kamu memang belajar, maka kamu tidak akan tersibukkan dengan standar manusia.
@sulkycatz belajarlah agama yang benar. rukun Islam dan rukun Iman itu syarat sah, bukan hapalan. pelajarilah yang benar. ini bukan masalah standar ini dan itu, tapi kamu muslimah, maka belajarlah syarat menjadi muslim itu sendiri.
@listyantidewi tergantung kota DAN keilmuan kita kak.. kalau kita paham pembangunan, lebih baik pantau sendiri dari tukang, jauh banget lebih murah. tapi kalau nggak bisa mantau dan cek kualitas bangunan, bakal lebih mahal tentunya dengan rekrut tambahan pengawas.. soalnya banyak tukang sok tau
@lilaccountz rata2 penelitian yang ngebahas tentang manusia aja, dibuat berdasarkan tes dengan cara sampling group. masa iya, hal spesifik tentang bentuk tubuh manusia bisa ditentukan dengan hal simpel gitu.
tapi kalau diliat dari keturunan, masih mungkin, itupun yang mudah terlihat ky wajah
@lilaccountz walaupun saya laki2, tapi saya setuju sama kamu miw. pertama jelas ini hal sensitif yang rasanya aneh kalau ada ulama yang belajar seperti ini.
kedua, jelas secara keilmuan dunia juga, ini subjektif. se-dibuat objektif gimanapun, tetep aja hal ini ga bisa jadi patokan
@lakitop@alkutawi1 justru lebih ga tahan jaman kita mas.. buktinya pacaran merajalela, nikahpun banyak yang selingkuh. dan tujuan para Imam kan untuk melindungi dari dua belah pihak, bukan cuma cowok doang.
@menbrrr yang 10:100 berarti 1/10 doang. yang 30/10.000 berarti 3/1000. berarti mending yang loker dikit tapi lamar dikit.. nah sesuain aja sama lisensi yang mau kamu ikutin.
@menbrrr cek juga, seberapa banyak lowongan itu, dibandingkan "pelamar" atau "peminat". ga perlu mikir kamu lawan mereka.. tapi mikirnya misal lokernya cuma ada 10 di bulan ini, tapi pendaftar 100.. ada juga loker 30 di bulan yang sama, tapi pendaftar 10.000
βSalah satu sebab terkuat orang menjauh ogah dari pernikahan adalah rusaknya iklim moral sosial. Tabarruj merajalela, aurat diumbar-umbar, dan ikhtilat dinormalisasi.
Akibatnya orang yang masih punya βiffah jadi was-was mendapat pasangan yang meremehkan kehormatan diri -