BOYCOTT K-DRAMA ‼️
BOYCOTT K-POP ‼️
Rasain lu Drakor When the phone rings turun rating hahaha 😂
Belagu sama Indonesia dan ASEAN tempat lu cari duit woi burikseo ‼️
#SEAblings ❌❌🇰🇷❌❌
@amuguna1818 🤣🤣🤣
#knetz lagi pamer ke palsunya
Ke #SEAblings
🤣🤣🤣
Bangunan rapuh dengan pondasi ke palsunya,,
Sebentar lagi runtuh dari kesombongan yang di topang dengan ke palsunya
BOYCOTT K-DRAMA ‼️
BOYCOTT K-POP ‼️
Rasain lu Drakor When the phone rings turun rating hahaha 😂
Belagu sama Indonesia dan ASEAN tempat lu cari duit woi burikseo ‼️
#SEAblings#SEAbling#Knetz#knets#Knetzracist
listen SEA, please now save your money for useful things, don't buy K-Pop ticket, don't watch K-drama, your money only enriches Korean people, and the income from all that they insult you. make them poor by not buying that. fuck it !!
#SEAblings#Knetz
Agak aneh ini, KPK meminta saya melapor ttg dugaan mark up Whoosh. Di dlm hukum pidana, jika ada informasi ttg dugaan peristiwa pidana mestinya aparat penegak hukum (APH) langsung menyelidiki, bukan minta laporan. Bisa jg memanggil sumber info utk dimintai keterangan.
Laporan hanya diperlukan jika ada peristiwa yg tdk diketahui oleh APH shg perlu ada yg melaporkan, misalnya penemuan mayat. Tapi kalau ada berita ada pembunuhan maka APH hrs langsung bertindak menyelidiki tak perlu menunggu laporan.
Dlm kaitan dgn permintaan agar saya membuat laporan, ini kekeliruan yg kedua dari KPK. Yg berbicara soal kemelut Whoosh itu sumber awalnya bukan saya. Seperti saya sebut di podcast TERUS TERANG yg awalnya menyiarkan itu adl NusantaraTV dlm rubrik "Prime Dialog" edisi 13 Oktober 2025 dgn narsum Agus Pambagyo dan Antony Budiawan.
Semua yg sy sampaikan sumbernya adl NusantaraTV, Antony Budiawan, dan Agus Pambagyo yg disiarkan scr sah dan terbuka. Saya percaya kpd ketiganya maka saya bahas scr terbuka di podcast TERUS TERANG.
Jadi jika memang berminat menyelidiki Whoosh KPK tak usah menunggu laporan dari saya. Panggil saja saya dan saya akan tunjukkan siaran dari Nusantara TV tsb. Setelah itu panggil NusantaraTV, Antoni Budiawan dan Agus Pambagyo untuk menjelaskan. Bukan diperiksa loh, tapi dimintai keterangan.
Tapi aneh jika lembaga sebesar KPK tidak tahu bahwa NusantaraTV sdh menyiarkan masalah tsb. sebelum saya membahas di podcast TERUS TERANG. Terlebih hal itu sdh sy sebutkan juga. Coba lihat lagi🙏
Sebenernya terlalu canggih kalo dibilang strategi. Ini kebiasaan lama yang selalu saya lalukan sejak jadi DPR dan Gubernur, mencoba lebih dekat, mendengar, dan memahami suara masyarakat
Ini bukan hanya blunder tapi sudah pelanggaran kampanye Pemilu. Dalam posisi bicara sebagai menteri tapi bicaranya mempromosikan Capres.
Tidak etis. Tapi itu buat kita. Mungkin buat beliau & kelompoknya memang etika itu tidak penting. "Ndasmu etis".