AWAS POLITIK ADU DOMBA DAN ADA PENGKHIANAT DI SEKITAR KITA
Kita punya sejarah yang cukup kelam. Nenek moyang kita dijajah Belanda sekitar 350 tahun. Itu periode yang sangat lama. Padahal para pendahulu kita itu dikenal pemberani, ulet, dan tidak mudah menyerah. Namun kenapa saat mereka berjuang mengusir penjajah, ujungnya sering kalah.
Pangeran Diponegoro itu hebat, bisa berperang sengit sekitar 5 tahun, membawa korban banyak, hingga membikin porak poranda keuangan Pemerintah Belanda. Tapi di tahun 1830, Diponegoro diringkus setelah ditipu Jenderal De Kock dan sebelumnya sang Pangeran dikhianati oleh orang kepercayaannya, patih Danurejo.
Begitu pula Cut Nya Dien berjuang gigih melawan Belanda, meneruskan perlawanan Suaminya, Teuku Umar. Cuk Nya Dien sulit dikalahkan, tapi kemudian diringkus setelah dikhianati orang dekatnya, Pang Lao. Belanda bisa menangkap dari tempat persembunyian Cut Nya, karena dibocorkan oleh si pengkhianat.
Sebelumnya, Sultan Agung Hanyokrokusumo dari Mataram, kalau sekarang di sekitar Jogja, menyerang jauh ke Batavia. Lewat jalan darat dengan ribuan pasukan ingin mengusir Belanda dari Nusantara. Namun dalam penyerangan ke Batavia itu, ada pengkhianat orang dalam dari Mataram sendiri, namanya Tumenggung Inderanata.
Pengkhianat ini membocorkan ke pihak Belanda, tempat tempat yang dijadikan Sultan Agung untuk lumbung pangan yang menyediakan logistik tentara Mataram. Lumbung itu terbentang ada di sepanjang Cirebon, Kerawang, Bekasi sampai Betawi.
Lumbung lumbung pangan itu dibakar pasukan Belanda setelah diberitahu tempat tempatnya oleh Pengkhianat Inderanata. Walhasil pasukan Mataram jadi kelaparan dan terkena wabah penyakit. Serangan gagal mengalahkan Belanda.
Di setiap jaman dalam perjuangan, selalu ada saja orang yang berjiwa pengkhianat. Merekalah yang menyebabkan rakyat sengsara, negara gagal mencapai kejayaan. Pengkhianat itu tega mencelakai bangsa dan teman seperjuangannya. Mereka berkhianat karena ada tawaran yang menggiurkan yg datang dari musuh yg punya banyak uang, cuan, atau kedudukan. Tak sedikit anak bangsa yang tergoda menghadapi cobaan tawaran kebendaan.
Di era sekarangpun, tawaran untuk bergabung dengan imbalan cuan dan jabatan juga ada. Itu menjadi tantangan berat bagi mereka yang tak tahan menderita. Harus berjuang di saat kondisi ekonomi tidak baik baik saja.
Dulu Belanda pakai strategi licik yaitu politik adu domba. Sekarang politik licik itupun juga masih ada. Digunakan oleh orang besar yang punya kekuatan uang, dan kekuasaan untuk melawan mereka yang dianggap membahayakan. Adu domba dilakukan untuk memecah belah, dan mematahkan perjuangan gigih para tokoh yang ingin membersihkan dan memajukan negeri.
Mereka melakukan cara licik persis seperti dulu dilakukan penjajah Belanda. Mematahkan perjuangan gigih para pahlawan kita lewat adu domba. Mungkin itulah sebabnya bangsa ini jadi sulit berhasil. Karena tiap ada anak bangsa yang melangkah berani demi kebaikan negeri, selalu ada pihak yg berkhianat. Pihak yang tergiur mau bantuin musuh, lalu berbuat yang justru merugikan Indonesia. Merugikan negara dan saudaranya. Berkhianat dengan berbagai cara, yang sesuai konteks dan jamannya.
MANTRA BIAR CEPET SUGIH
Niat ingsun sugeh soko receh dadi akeh.....soko sak lembar dadi 100 miliyar.....seng wes melumpuk ojo kejupuk...seng durung ono ndang teko o sugeh... sugeh... sugeh... ("preeeettt") 🤣
Hah hah. Sy pernah nolong staf sy, yatim, datang nangis2 krn nanggung utang tinggalan bapaknya. Ee..ternyata setelah dibantu, malah buat beli iphone. Sudah gitu, habis itu malah menjelek2an sy. Kan b**gs*t
"Kami tinggal di tenda, kami tidak makan dan minum."
Seorang anak Gaza mengumpulkan makanan laut bersama teman-temannya dari pantai di Deir al-Balah untuk mengganjal rasa lapar.
[Al Jazeera Mubasher, @aljazeeramubasher]
@sahabatalaqsha
"Jokowi dan Kaesang blusukan di Pasar Notoharjo, belanja sambil Kampanyekan Paslon Pilkada Solo, Respati-Astrid"
Satu keluarga gak punya malu semua🤦♀️🫣
Save Ibu Supriyani, S.Pd
Guru SDN Baito, Konawe Selatan. Ditahan Polisi karena menegur siswa yang nakal. Orang Tua siswa tersebut adalah anggota Polisi.
Mohon doa & bantuannya Ibu Supriyani, S.Pd seorang guru honor yg sedang dalam masa pemberkasan P3K setelah honor bertahun2.
Yang bisa di ambil hikmahnya kekuasaan 10 tahun ini adalah baju 200ribu, sepatu 150ribu, tanpa jam tangan, tapi hutang 8.000 Triliun.
Tampilan sederhana, wajah begitu lugu, tapi hasrat kekuasaan melampaui akal sehat, sudah benar pulang tidur, jangan di bangunin :)