Humor sejati di tempat ini bukanlah sesuatu yang mengundang tawa, melainkan sesuatu yang membuatmu ingin menyeduh secangkir kopi lagi sekadar untuk memastikan bahwa lidahmu masih bisa mengecap rasa pahit
Sampai layar itu berkedip dan memunculkan angka seratus persen. Pada detik yang presisi itu, aku sadar bahwa selama ini aku hanyalah penumpang di kursi belakang sebuah taksi yang argo meternya rusak, dikemudikan oleh supir tuli yang melaju di jalanan berkabut tanpa ujung
Sebagian besar hidup kita dihabiskan untuk bernegosiasi dengan hal-hal yang sama sekali tidak memiliki telinga. Kita memohon pada lampu merah agar cepat berubah hijau. Kita merutuki mesin cuci yang menelan satu kaus kaki kita.
Aku tidak marah, dan aku tidak merasa membenci siapa pun. Tidak ada hal dramatis yang perlu disalahkan; dunia hanya sedang berjalan dengan kecepatannya sendiri, dan aku sedang berada di luar jalurnya.