Astaghfirullah…!! 😱😱
Donald Trump kembali jadi sorotan setelah muncul laporan dari media Lebanon, Al Akhbar baru-baru ini.
Dalam laporan itu disebut Trump mengalihkan dana sebesar 17 miliar dolar AS atau setara Rp 263,5 triliun yang awalnya disiapkan untuk Jalur Gaza ke pihak Israel.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa pengalihan dana ini terjadi di tengah serangan AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari.
Laporan terbaru ini kemudian memicu kontroversi. Nickolay Mladenov yang menjabat sebagai Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian (BoP) yang dibentuk AS telah memberi tahu komite administrative yang mengelola Jalur Gaza bahwa dana yang sebelumnya dijanjikan kini sudah habis sepenuhnya.
Dana tersebut awalnya ditujukkan untuk mendukung pembangunan kembali Gaza namun kini disebut telah dialihkan ke pihak Israel.
—-
Kalo kata Presiden Prabowo, Indonesia belum membayar iuran 17T.
Semoga benar.
Karena kalo sudah bayar, artinya lari semua ke IsraHell, dan kita bisa menduga ke mana dana itu digunakan, kan…
Pernyataan Feri Amsari itu menampar logika kekuasaan: jika suara warga biasa tanpa partai, tanpa koalisi, tanpa akses kekuasaan saja dianggap ancaman, maka yang bermasalah bukan rakyatnya, melainkan rasa percaya diri pemerintah terhadap legitimasi yang mereka klaim. Impeachment memang bukan sekadar wacana yang bisa terjadi karena opini publik, tapi ketakutan berlebihan terhadap kritik justru membuka pertanyaan. apakah pemerintah benar berdiri di atas kebenaran, atau justru rapuh oleh fakta yang sewaktu-waktu bisa terungkap.👇
Menteri Luar Negeri Iran Araghchi Bermain Cantik Memperdaya Trump.
Kemarin, Araghchi mengumumkan bahwa Iran akan membuka Selat Hormuz.
Trump terlalu bersemangat dan bilang dia tidak butuh negara-negara NATO seperti Italia karena Hormuz sudah dibuka.
Hari ini, Iran menutup Hormuz lagi dan memerangkap Trump meninggalkannya tak berdaya.
Sekarang Trump benar-benar butuh bantuan dari NATO di Selat Hormuz tapi dia sudah membuat mereka kesal kemarin jadi dia bahkan tidak bisa meminta secara formal.
Jadi, Selat Hormuz tetap tertutup sekarang sementara Trump juga kehilangan sekutunya.
Guys, Jusuf Kalla baru ngomong sesuatu yang menurut gue paling berani soal kasus ijazah Jokowi yang sudah 2 tahun bikin masyarakat ribut.
Dan ada beberapa hal yang keluar dari mulut JK yang perlu semua orang dengar.
Soal Rismon yang mau ketemu JK:
Rismon salah satu tokoh di balik kasus ijazah
Jokowi rupanya pernah minta waktu bertemu JK.
Mau datang bersama tujuh orang.
Mau bawa buku.
JK menolak.
Langsung.
Dan dia tunjukkan bukti chat penolakan itu.
Saya tidak mau campur dengan urusan ini.
Tapi JK juga tidak diam.
Dia marah.
Bukan karena diminta ketemu tapi karena namanya ikut diseret.
Dituduh memberi Rp5 miliar.
Dituduh terlibat dalam konspirasi yang dia bahkan tidak tahu menahu.
Saya kenal pun tidak.
Ketemu pun tidak.
Kasih 5 miliar dari mana?
Dan ini yang paling penting dari semua yang JK katakan:
JK bukan membela Jokowi secara membabi buta.
JK justru memberikan nasihat yang menurut gue paling tepat sasaran dalam seluruh drama ini.
Kenapa tidak kasih lihat?
Kenapa membiarkan masyarakat berkelahi diri sendiri selama 2 tahun?
Dua tahun.
Masyarakat saling tuduh.
Saling teriak.
Demo sana demo sini.
Semua karena satu pertanyaan yang sebenarnya bisa dijawab dengan sangat sederhana:
tunjukkan ijazahnya.
JK tidak bilang ijazahnya palsu.
JK tidak bilang ijazahnya asli.
JK bilang: kenapa dibiarkan?
Dan itu adalah pertanyaan yang paling jujur dan paling relevan dari seluruh perdebatan ini.
Soal hubungan JK dan Jokowi dan ini yang jarang diketahui publik:
JK mengklaim dialah yang membawa Jokowi ke Jakarta.
Dari Solo ke Jakarta.
Memperkenalkan ke Ibu Mega sebagai calon gubernur yang baik.
Tanpa gubernur mana bisa jadi presiden?
Dan JK menjadi wakil Jokowi bukan karena ambisi pribadi.
Justru sebaliknya JK mengaku mau pulang ke Makassar.
Tidak mau terlibat.
Tapi Ibu Mega yang meminta.
Pak Yusuf, saya tidak mau tek kalau bukan Pak Yusuf yang wakilnya.
Bahaya ini.
Orang Golkar diminta oleh PDI-P untuk mendampingi kader PDI-P.
Bukan karena partai.
Bukan karena kepentingan pribadi.
Tapi karena menurut Megawati Jokowi butuh didampingi orang yang berpengalaman.
Dan JK menerima.
Demi negara.
Bukan demi Jokowi.
Yang perlu gue garis bawahi dari seluruh pernyataan JK:
JK tidak membela Jokowi dalam kasus ijazah ini.
JK justru secara tidak langsung mengkritik Jokowi dengan cara yang paling halus tapi paling tajam:
Kalau ijazahnya asli kenapa tidak ditunjukkan dari dulu?
Tidak perlu sidang.
Tidak perlu demo.
Tidak perlu 2 tahun masyarakat ribut.
Cukup satu langkah sederhana yang tidak pernah dilakukan.
Dan ketidakmauan untuk melakukan langkah sederhana itu apapun alasannya adalah yang membuat seluruh drama ini terus berlanjut sampai hari ini.
Dan soal tuduhan ke JK sendiri:
Ini yang paling absurd dari kasus ini.
JK — mantan Wakil Presiden dua periode, orang yang punya rekam jejak panjang di pemerintahan dituduh memberi Rp5 miliar kepada pihak yang bahkan tidak pernah dia temui.
Dia tidak perlu panjang lebar membantah. Dia cukup tunjukkan isi chat bahwa dia menolak bertemu Rismon bahkan sebelum tuduhan itu muncul.
Tapi ini juga mengkonfirmasi satu hal yang sudah lama dicurigai banyak orang: kasus ijazah ini sudah tidak murni soal ijazahnya lagi. Sudah jadi alat untuk menyeret nama-nama besar yang tidak ada hubungannya JK, Puan, SBY ke dalam narasi yang semakin tidak jelas arahnya.
Jusuf Kalla sudah berbicara dengan cara yang paling jelas dari semua pihak yang terlibat dalam drama ini.
Pesannya sederhana:
Kalau ijazah itu asli tunjukkan. Selesaikan. Jangan biarkan rakyat ribut dua tahun untuk sesuatu yang bisa dijawab dalam satu hari.
Dan kalau ada yang menggunakan kasus ini untuk menyeret nama orang lain tanpa bukti itu bukan perjuangan kebenaran. Itu fitnah.
JK sudah pilih berdiri di tempat yang jelas.
Sekarang pertanyaannya:
kapan pihak yang paling bisa menjawab pertanyaan ini mau melakukan hal yang sama?
Indonesia.
1.Penghasil CPO terbesar didunia.
2.Penghasil nikel no.1 dunia.
3.pengasil batubara no.3 dunia
4.penghasil emas no.1 dunia
5.penghasil timah no.2 dunia
6.Hutan no.6 terbesar dunia
7.Hasil laut no.2 dunia
Yg nikmati;
Penguasa.
Yg bersenjata.
Pejabat.
Dan oligarki.