Yaa Allah, ikut sedih…
Ini suara dari dunia pendidikan…
Bayangkan, kamu telah berkontribusi banyak untuk kemajuan pendidikan di kampus, bertahun-tahun mengabdi demi tegaknya marwah perguruan tinggi, tiba-tiba negara hadir katanya untuk "memberi solusi" dengan memberikan label "negeri".
Konon judulnya transformasi, agar kualitas semakin tinggi, namun ternyata mengorbankan nasib para pekerja termasuk dosen yang telah bertahun tahun mengabdikan diri.
Ini terjadi di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN Veteran Jakarta), kampus yang asalnya merupakan kampus swasta, kemudian diakuisisi menjadi kampus negeri, namun para dosennya ditinggal mati sendiri. Simak selengkapnya keterangan saksi fakta dari Serikat Pekerja Kampus.
Sc: serikatpekerjakampus
tertampar dengan tulisan ini. 🥀
"seandainya kamu tahu betapa cepatnya manusia melupakanmu, setelah kematian. maka kamu tidak akan hidup untuk menyenangkan siapapun kecuali Rabbmu." 🤍
Kata Dino Patti Djalal:
"Menyuarakan kebenaran itu lebih nikmat daripada mengejar kekuasaan".
NICE QUOTE 👌👌
Selamat pagi....
Teruslah menyuarakan kebenaran jgn jadi setan bisu🫶🫶
🚨Breaking : 🚩 Russia 🇷🇺
All roads and streets in Moscow are completely shut down for Eid prayer.
🚩 Russia is the most secure and secular country in Europe 🇪🇺, respecting all religions on Earth.
Tugas negara itu pasang kuping mendengarkan keluh kesah rakyat dan menjawabnya dgn baik.
Bukan malah membantah dan menuduh rakyat sebagai ANTEK ASING !!
AL-KAHF: MANUAL BERTAHAN DI ZAMAN PALSU
Bukan sekadar surat.
Ini peta keluar
dari dunia yang perlahan kehilangan arah.
---
Zaman ini tidak kekurangan informasi.
Zaman ini kekurangan keteguhan.
Dan Al-Kahf datang bukan untuk menenangkan—
tapi untuk membangunkan.
---
EMPAT KISAH. EMPAT PUKULAN KERAS.
1. Ashhabul Kahf — Saat iman harus memilih: bertahan atau hancur.
Mereka tidak debat panjang.
Tidak cari aman.
Mereka lari demi iman.
➡️ Kalau imanmu masih butuh validasi manusia,
kamu belum siap menghadapi zaman ini.
---
2. Pemilik Dua Kebun — Saat harta berubah jadi tuhan.
Dia tidak miskin ilmu.
Dia miskin kesadaran.
➡️ Apa yang kamu miliki hari ini
bisa hilang tanpa permisi besok pagi.
Kalau identitasmu adalah harta,
maka kamu sudah kalah—
bahkan sebelum diuji.
---
3. Musa & Khidir — Saat akalmu bukan pusat kebenaran.
Musa itu nabi.
Tapi tetap salah memahami.
➡️ Masalah terbesar manusia bukan tidak tahu—
tapi merasa sudah tahu.
Cepat menilai.
Cepat menghakimi.
Cepat menyimpulkan.
Padahal realitas…
tidak sesederhana logikamu.
---
4. Dzulqarnain — Saat kekuasaan menguji siapa dirimu sebenarnya.
Dia bisa menindas.
Tapi memilih melindungi.
➡️ Kekuasaan tidak mengubah manusia.
Kekuasaan menyingkap siapa dia sebenarnya.
---
INI INTINYA:
Zaman Dajjal bukan sekadar sosok.
Ia adalah sistem ilusi yang sudah berjalan sekarang.
Kebenaran jadi relatif
Harta jadi ukuran manusia
Ilmu jadi alat kesombongan
Kekuasaan jadi alat penindasan
Dan yang paling berbahaya:
Semua itu terlihat normal.
---
AL-KAHF ADALAH TAMENG
Bukan karena kamu akan melihat Dajjal,
tapi karena kamu sudah hidup
di dalam bayangannya.
---
SATU AKAR MASALAH
Bukan dunia.
Bukan manusia.
Bukan sistem.
Tapi ini:
Kamu lupa siapa dirimu.
Kamu merasa cukup.
Kamu merasa tahu.
Kamu merasa kuat.
Padahal—
kamu rapuh, terbatas, dan bergantung sepenuhnya.
---
SATU OBAT
Kembali.
Baca.
Resapi.
Bukan sekadar melafalkan,
tapi membiarkan ayat-ayat itu menghancurkan kesombonganmu.
---
PENUTUP YANG MENAMPAR
Kalau lautan jadi tinta,
tetap tidak cukup menulis ilmu Allah.
Lalu kenapa kamu merasa
sudah cukup tahu?
---
Baca Al-Kahf.
Sebelum kamu terbiasa hidup dalam kebohongan.
Apa yang sedang terjadi?
Setelah mengancam keras, akhirnya 90 menit sebelum "janji" untuk menyerang Iran habis-habisan, Trump menyatakan membatalkan serangan & bersedia merundingkan 10 proposal Iran.
Fase ini menunjukkan bahwa periode sebelum ini adalah kuat-kuatan mental, saling mengacungkan pelatuk. Trump berharap Iran yang melepas pistol, lalu angkat tangan.
Yang terjadi, mata Iran tidak berkedip sedikit pun, dan mulutnya terus mengeluarkan pernyataan tak akan pernah mundur, dan pasukannya terus membombardir aset AS di kawasan. Rakyatnya, bahkan membuat barikade di situs-situs yang diancam akan dibom oleh Trump.
Akhirnya, Trump-lah yang menaruh senjata duluan. "OK, kita ngobrol, lo maunya apa, gua dengerin."
Nah, kini, Iran dalam posisi memaksakan 10 poin keinginannya. Padahal, awalnya, Trump yang mendesakkan 15 poin proposal, menuntut Iran menerima.
Jadi, saat ini belum tahap gencatan senjata, tapi jeda untuk membicarakan 10 poin dari Iran tsb.
Buat Trump, ini bisa dipakai untuk mengklaim kemenangan. Ia bisa menghentikan perang tanpa menyatakan kekalahan.
Buat Iran, semua sekarang tahu, bahwa dengan keteguhan, kemandirian, kesabaran, perlawanan (resistensi), bahkan negara dengan kekuatan militer ranking 1 sedunia pun bisa dihadapi.
Berikut ini 10 poin tuntutan Iran:
(sumber: @presstv)
🔹 Tidak melakukan agresi
🔹 Melanjutkan kendali Iran atas Selat Hormuz
🔹 Menerima pengayaan uranium
🔹 Mencabut semua sanksi utama
🔹 Mencabut semua sanksi sekunder
🔹 Mengakhiri semua resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Iran
🔹 Mengakhiri semua resolusi Dewan Gubernur IAEA terkait Iran
🔹 Pembayaran kompensasi kepada Iran
🔹 Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut
🔹 Penghentian perang di semua front, termasuk melawan Perlawanan Islam Lebanon yang heroik.
Apakah Trump akan memenuhi 10 poin ini, atau lanjut perang? Belum bisa dipastikan saat ini. Tapi Iran sudah menyatakan, "Tangan kami tetap di pelatuk."
Matinya Roda Jam’iyyah Kami
Jam’iyyah ini sedang berjalan terbalik. Ketua Umum berkonflik dengan Sekjen dan Bendum. Ketua Umum juga tidak akur dengan Rais ‘Am. Sementara Rais ���Am sendiri tidak sreg dengan Katib ‘Am (yang kebetulan masih keluarga dekat Ketum).
Akhirnya, surat resmi Syuriyah hanya ditandatangani Rais ‘Am. Surat Tanfidziyah hanya diteken Ketum. Padahal aturan mengharuskan empat tanda tangan: Rais ‘Am, Katib ‘Am, Ketum, dan Sekjen.
Ini bukan lagi soal organisasi yang macet. Ini soal mesin yang mati dan dibiarkan karatan selama berbulan-bulan. Masing-masing kubu berjalan sendiri. Jama’ah Nahdliyin bergerak tanpa arahan, tanpa bimbingan, tanpa kepemimpinan PBNU. Roda terkunci mati.
Wa ba’du, jam’iyyah ini sakit parah. Kehilangan marwah, kehilangan arah. Bukan melayani jama’ah, bahkan menggerakkan roda organisasi saja sudah tak sanggup. AD/ART sudah jadi dokumen mati.
Tagline ingin “menghidupkan kembali Gus Dur”, nyatanya sikap kritis justru hilang sama sekali. Mengaku ingin “governing NU”, tapi tata kelola PBNU sendiri remuk redam. Mengibarkan bendera khittah, malah tercebur dalam kubangan dukung-mendukung Pilpres. Mengaku berkhidmat untuk bangsa, malah gaduh sendiri soal tambang. Bicara ingin membangun peradaban dunia, tapi yang diundang justru tokoh zionis perusak peradaban.
Satu Abad NU bukan dirayakan dengan kejayaan, tapi dilewati dengan perih dan prihatin yang menyesakkan dada.
Mau sampai kapan kondisi jam’iyyah dibiarkan begini….
Al-fatihah untuk Hadratus Syekh Mbah Hasyim Asy’ari dan para muassis NU lainnya 🙏🏻😰
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Missi besar NU dalam Kitab Al Hikam
لا تصحب من لا ينهضك حاله، ولا يدلّك على الله مقاله
Janganlah bergabung atau berguru pada orang yang kondisi ruhaninya tidak membangkitkanmu pada Allah sat, dan ucapannya tidak menunjukkanmu pada Allah swt pula.
-Lihat kata "Membangkitkanmu"
Masukan terbuka dari rakyat buat Bapak Presiden.
Semoga Bapak Presiden @prabowo berkena mendengarkan dan merenungkan.
Saya tidak kenal yg bicara, tapi saya hargai dan menilai masukannya baik untuk didengar oleh BPK Presiden @prabowo.
Rakyat butuh pemimpin !!!
Pemahaman kritis bahwa ada permainan bayangan di balik rusuh ini tidak boleh menafikkan bahwa rakyat memang sudah minus kepercayaan kepada DPR dan polisi, krn sikap arogan & kesewenang2an, serta kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.