Serangan udara "Israel" menargetkan sebuah bangunan tempat tinggal di kamp Al-Shati, Kota Gaza, kemarin (9-9-2026). Serangan besar-besaran "Israel" itu disusul oleh beberapa serangan yang menargetkan rumah-rumah di seluruh Jalur Gaza pada siang bolong.
Purity Amidst Violence
In Gaza, surrounded by fear, destruction, and uncertainty, there is still a little girl smiling with the innocence of a child.
She is the beloved daughter of Wafaa and me—a piece of my heart and one of the most precious things in my life.
Elle s’appelait Wafaa Akila.
Elle s’apprêtait à reprendre l’école.
Elle a été assassinée avec son père aujourd’hui par l’armée israélienne à Gaza.
Plus personne n’en parle ici en France : le génocide des Palestiniens, et en particulier des enfants, se poursuit.
Lima warga sipil Palestina, termasuk lansia dan pemuda, diserang secara brutal oleh lebih dari 10 pemukim haram "Israel" di dekat pintu masuk barat Kota Al-Mughayyir saat mereka sedang dalam perjalanan untuk bertakziyah atas para syuhada kota tersebut.
"Dok, tadi lagi ngobrol santai, tiba-tiba Bapak ngeluh sakit kepala hebat banget, muntah nyemprot, terus langsung pingsan."
Ini adalah skenario yang selalu bikin suasana IGD langsung tegang. Pas pasien segera diproses CT Scan kepala, ternyata benar tebakan awal: Stroke Perdarahan (Stroke Hemoragik).
Jadi gini ges, beda sama stroke sumbatan, stroke perdarahan ini terjadi karena pembuluh darah di otak tiba-tiba pecah. Darah yang keluar langsung menggenang jadi bekuan dan menekan jaringan otak sehat di sekitarnya.
Di kasus Bapak ini, hasil rontgennya nunjukin gumpalan darah yang cukup besar. Efeknya? Tekanan di dalam batok kepala beliau naik drastis. Kalau dibiarkan, otak bisa terus terdorong sampai menjepit batang otak (pusat pernapasan), dan ini fatal banget.
Di kondisi kaya gini, ngandelin obat-obatan aja seringkali ga cukup. Kami di bagian saraf harus bertindak cepat dan langsung berkolaborasi darurat dengan sejawat Bedah Saraf.
"Ini ada indikasi untuk segera dioperasi."
Denger kata "operasi bedah otak", keluarga pasien jelas syok dan nangis. Wajar banget. Sering banget ada ketakutan, "Nanti kalau kepalanya dibedah malah makin parah atau ga bangun-bangun lagi gimana Dok?"
Tolong dipahami ya ges, pada kasus stroke perdarahan dengan volume darah yang besar dan kesadaran pasien yang terus menurun, operasi itu tujuannya buat life-saving (menyelamatkan nyawa). Tempurung kepala harus dibuka untuk menyedot dan membuang gumpalan darah itu, biar otak pasien ga "tercekik" lagi.
Alhamdulillah, setelah diedukasi, keluarga Bapak ini setuju.
Setelah operasi evakuasi perdarahan selesai, tekanan di otak beliau langsung rilis. Perjuangannya emang belum selesai karena harus dirawat intensif di ICU dengan ventilator.
Tapi hari demi hari, progresnya bikin kami lega. Dari yang awalnya koma dalam, perlahan beliau mulai bisa buka mata. Terus mulai bisa ngerespon genggaman tangan, sampai akhirnya lepas alat bantu napas dan pindah ke ruang rawat biasa. Sekarang, beliau udah kumpul lagi sama keluarganya di rumah dan lagi semangat-semangatnya jalanin fisioterapi.
Stroke perdarahan emang ngeri. Sebagai catatan, pemicu utamanya paling sering adalah tensi darah tinggi (hipertensi) bertahun-tahun yang ga diobati teratur.
Tapi aku cuma mau nitip pesan: kalau sewaktu-waktu (amit-amit) ada keluarga yang ngalamin ini, dan dokter menyarankan operasi darurat... tolong jangan langsung menolak karena takut mitos. Operasi itu disarankan karena ada harapan hidup yang sedang diupayakan.
Boleh minta tolong bagikan atau bookmark postingan ini ya ges. Edukasi ini mungkin bisa bantu keluarga di luar sana buat ngambil keputusan krusial di saat-saat kritis 🙏🏽
Rekaman langsung yang dibagikan oleh seorang guru bernama Doaa Qdeih dari sebuah taman kanak-kanak di Gaza memperlihatkan suasana panik dan ketakutan yang melanda sekitar 200 anak, setelah gerombolan serdadu "Israel" dilaporkan memasuki wilayah tersebut hari ini (1-9-2026).
Alih-alih membawa mainan ... anak-anak Gaza turut serta dengan tangan mungil mereka menggotong jenazah setelah pengeboman "Israel" di kawasan Beit Lahia, Jalur Gaza utara.
@eye.on.palestine
@sahabatalaqsha
This is not Auschwitz. This is not Gaza. This is the West Bank, Palestine.
They are burning people's homes while families and children are asleep inside, violating the Geneva Convention and UNSCR 242.
The difference between Palestine and Auschwitz is that the world still has an opportunity to stop the Holocaust in Palestine.
Stop calling them "settlers"; they are terrorist invaders—state-sponsored terrorism.
ahmad zaki gugur pas tugas kemanusiaan di manggarai timur ntt:
- ahmad zaki akrab disapa bang jek
- dia sempat update aktivitas hari keenam di lokasi bencana lewat ig pribadinya
- katanya sebagian amanah udah tersalurkan ke ratusan keluarga terdampak gempa
- kondisi masih mengkhawatirkan ditambah ada gempa susulan
- di caption terakhir dia bilang logistik mulai menipis
- penyebab meninggalnya belum jelas
- tapi diduga karena kelelahan bertugas
- dia berangkat ke ntt tanggal 16 agustus
- sehari setelah gempa m 7,7 di flores
BREAKING: This is Gaza right now.
Ceasefire? What ceasefire?
Israel is still raining bombs on Gaza.
Israel is still exterminating Palestinians.
Israel is still destroying what remains.
The genocide has never stopped.
BREAKING:
Israel just executed Mohammad with a direct shot to the head.
He was only 5 years old.
He was killed along with his 6-year-old brother Othman and their parents in the occupied West Bank.
A whole innocent family erased.
BREAKING:
Trump and Israel dropped bombs on a warehouse full of medicines and baby formula in Hamedan, Iran today — completely obliterating it.
Not a military target.
Medicines. Baby formula.