Entah takdir yg mempertemukan kita terlalu cepat, entah takdir yg menyuruh kita utk tetap bertahan sampai terikat. Jika memang begitu, genggam erat tanganku, mari kau dan aku berjuang sampai ragamu dan ragaku tidak lagi utuh.
Ternyata saya baru menyadari, tubuh ini telah lama menahan semuanya, rasa sakitnya, rapuhnya, hancurnya, selama ini saya kuat ternyata ada yg menguatkan dan menemani saya, tapi pada saat ia tiada menemani, tubuh ini tidak lagi sanggup menahan.
Pa, Ma, ombaknya terlalu tinggi, perahu ku terlalu kecil, apa aku bisa melaluinya? Pa, apakah disurga sana begitu indah? Sehingga engkau tidak pernah hadir dimimpiku? Pa, Ma, ini arahnya kemana?
Sebuah kisah berakhir, entah tentang tidak bisa menerima yg satu, ataukah mungkin tentang kenyamanan yg diinginkan sirna? Ataukah memang tidak mau lagi bersama dengan alasan kau tidak lagi diinginkan? Ego siapa yg sedang dilawan?
Sekarang giliran kami yg akan mengerahkan segalanya buat Mama, membahagiakan mama, JANGAN DULU ya Pa, maaf, walau Mama merindukan Papa, walau kami bertiga juga rindu Papa. Semoga kita semua berkumpul lg disurga nanti yaa Pa, doakan Mama agar segera pulih ya Pa. Aamiin.
JANGAN DULU, aku tau, Mama pasti sangat rindu sekali dgn Papa, aku tau, mama butuh tempat cerita, tempat dia mengadu berbagi beban yg dia tanggung selama ini, Pa, hari ini hanya aku berdua yaa dengan abg yg mengunjungi Papa, maaf yaa Pa. Mama sdg istirahat Pa dan kakak yg jagain
Papa doain Mama cepat sembuh yaa dari surga sana, maaf yaa Pa, kami bertiga terlalu membebani Mama selama ini, Mama kuat banget Pa, Mama membimbing kami bertiga menjadi anak yg baik, mengerahkan segala nya agar anak"nya bisa jadi orang yg berguna, kami sangat menyayangi Mama Pa