Kata OP orang-orang yang sejak kecil tumbuh di lingkungan yang penuh tekanan dan terlalu banyak dikekang biasanya punya ciri khas tersendiri.
Dari luar, mereka kelihatan baik-baik aja, penurut, dan rajin. Tapi begitu berinteraksi lebih dekat, mereka cenderung kurang fleksibel, lambat merespons, dan cuma menjawab apa yang ditanyakan, seolah-olah kayak robot.
Padahal, bukan berarti mereka nggak pintar atau nggak peka sama keadaan. Bisa jadi, itu adalah dampak dari bertahun-tahun terbiasa dikritik, disalahkan, dan selalu dianggap salah.
Karena terlalu sering dimarahi dan dikekang, mereka akhirnya terbiasa menahan diri, bahkan mengurangi inisiatif dan pemikiran sendiri, demi menghindari kesalahan. Tanpa sadar, mereka jadi terbiasa hidup dalam mode bertahan seperti itu.
Orang-orang seperti ini sebenarnya bukan perlu jadi lebih pintar, melainkan perlu melepaskan pola rendah diri yang bikin mereka terus-menerus memikirkan penilaian orang lain dan merasa harus selalu sempurna.
Mereka perlu belajar memberi ruang bagi diri sendiri untuk melakukan kesalahan sesekali, tanpa merasa semuanya akan hancur hanya karena satu kesalahan. Ketika mereka mulai percaya lagi sama diri sendiri, kemampuan mengambil keputusan dan bersikap fleksibel yang selama ini terpendam perlahan-lahan bisa kembali.
Aku setuju sih kadang kita terlalu takut bikin salah sampai apa2 harus dipikirin berkali kali. Mau ngomong takut salah, mau ambil keputusan takut dikritik. Capek banget ga sih hidup kayak gitu?
Padahal, kita ga harus selalu bener dan bikin semua orang senang. Sesekali salah juga gapapa banget. Kita juga berhak buat belajar, nyoba hal baru, dan jadi diri sendiri tanpa harus takut dihakimi terus-terusan 🤍