Jujur jadi orang perasa itu ga enak banget, tatapan orang, nada bicara, ekspresi wajah, gerak gerik biasa aja bisa bikin langsung mikir "kayanya dia ga suka sama gue deh..."
Psikologku bilang, otak yang terus-menerus dalam mode waspada akan kehilangan kemampuannya untuk merasakan kebahagiaan kecil.
Mungkin itulah kenapa hal-hal yang dulu menyenangkan, sekarang terasa hambar dan tidak ada rasanya.
please be kind. don’t be the reason someone doesn’t want to socialize, hates waking up, or feels left out. your words and actions stick with people forever
kangen sama diri sendiri yang dulu banyak energinya, selalu antusias jalanin apapun dan masih ambis. sekarang malah gampang capek, loyo, dan energi ntah hilang kemana.
Pengajaran paling menenangkan dari Surah Al-Insyirah:
“Allah tidak pernah menjanjikan perjalanan yang selalu mudah. Tapi Allah menjanjikan, tidak ada kesulitan yang datang tanpa diiringi kemudahan.”
And that’s enough reason to keep going. ✨
AL INSYIRAH AMPUHHHH GAISSS KALO KALIAN NERVOUSSSS, aku beneran spam baca al insyirah tiap solat, tiap bengong, tiap lagi santai, setiap apapun disambil baca alam nasyrah + pegang hati nya pakai tangan kanan.....semoga works di kalian karena di aku works banget alhamdulillaah 🥺
gue aja sampe sekarang gak ngerti sebenernya gue lagi kehilangan apa.
yang gue tau, ada sesuatu di dalam diri gue yang pernah retak… dan gak pernah bener-bener pulih lagi.
rasanya... gak maksa minta diperhatiin. cuma diem, numpuk di dada, dan ikut gue ke mana-mana...
Normalisasi tidak prengat-prengut ke orang yang gak tahu apa-apa. Mood lu urusan lu, being nice to everyone adalah sebuah adab. Everyone is having their own battle, not only you. Jadi jangan merasa si paling sibuk, paling merana, paling hectic, paling stres.