Belum ada cerita atau tokoh baru. Aku masih berdiri pada titik di mana kau menyelesaikan cerita secara sepihak. Aku ingin sekali beranjak, menjemput cerita lain yang sedang menunggu aku mengambil peran. Tapi, rasanya berat, seperti ada yang belum selesai—perasaanku barangkali.
Tidak perlu merasa terbebani dengan semua usahaku yang pernah begitu bersemangat ingin memenangkanmu. Aku sudah mendapat bagianku: jatuh hati yang lengkap dengan patah hatinya, dan bagiku itu cukup. Aku cuma berharap kamu juga merasa senang dicintai oleh seseorang sepertiku.
Berita duka yang tiba pagi ini seolah menjadi pengingat bahwa kehilangan itu dekat sekali. Tidak peduli betapa pun kau sudah berdoa untuk bersama selamanya, harus ada yang pulang lebih dulu. Entah masih sempat pamit atau bahkan tiba-tiba saja jantungnya berhenti berdetak.
Selepas kau pergi, aku merapikan lagi semua yang kau buat berantakan. Rencana, janji, pun dengan hatiku. Tidak ada yang baik-baik saja, tapi bukan berarti jatuh kepadamu membuatku tidak bisa bangkit lagi. Aku punya kabar baik setiap hari yang tentu saja tidak perlu kau tahu.
@senjaamu Usaha dan perjuangan juga ada batasnya, jika sudah dirasa tak lagi ada jalan untuk meraih apa-apa yang diperjuangkan; maka melepaskan adalah pilihan yang sangat dibenarkan. Dan bukankah melepaskan juga termasuk usaha untuk meraih kebahagiaan??