🚨 Jumat, 17 Juli 2026
Kawan mahasiswa dan masyarakat sipil hari ini turun ke jalan.
Terima kasih juga untuk Kompas yg konsisten meliput setiap aksi demo
Orang dewasa punya standar tinggi kalau ketemu anak kecil.
Di mata orang dewasa, anak harus ceria, harus mau respon segala pertanyaan, harus mau salim, harus mengikuti norma sosial dengan perfect.
Anak kecil teriak dikit
"Gak diajarin ortunya ya?"
Anak kecil nangis
"Kok cengeng sih?"
Anak kecil slow to warm up
"Masih kecil udah introvert ya"
Anak kecil ikut ortu nongkrong, bosen, butuh input stimulus lain
"Rewel ya ternyata"
Kata gw mah elu yg rewel. Udah dewasa tapi judgemental banget ke anak-anak. Anak kecil tuh sedang belajar memahami dirinya sekaligus memahami dunia yang semua isinya tuh besar-besar. It gets too overwhelmed sometimes. It's a part of the growth process. Mari kita jadi orang dewasa yg wajar gitu lho.
"Segininya ngerendahin cowo"
Sedangkan sehari2 cowo gampang bgt ngelempar degrading terms ke cewe. Bikin negative terms baru buat ngehina cewe.
Tobrut, nasi kfc, lonte, perek, jablay, pashmina jahat, betina, toge, tocil, tepos, ceker babat, logo tesla, longgar, barang bekas, ikan asin, dan masih banyak lagi.
In our world, a “good man” is the one who doesn’t harm, harass, or abuse women. A “good woman” is the one who serves, gives, and forgives men. Do you see? Men are good when they let women live. Women are good when they live for men. -Farida D.
Y'all are so obsessed with finding a man... girl go study, find a better job, find a skincare regimen, tweek your resume, read a book, keep your priorities straight!