3. Soal yang punya tingkat kesulitan beda. Nah ini yang sulit diyakini sih. Because no evidence. Tapi apa untungnya?
4. Lucky guess. Ada kemungkinannya tapi pasti harus untung banter.
Anyway selamat kelas 6. You guys been through a lot. And for Ai, I'm so proud of you.
Sedikit cerita. Hasil tka udah keluar. Anakku kelas 6 Dan hasilnya Baik. Rata rata diatas 80. Overall Dari beberapa pendapat tentang nilai tka yang katanya beda dengan hasil Harian. Tapi in my opinion. Paatilah beda. Why....
1. Pernah Kah liat soalnya. Totally different. Jadi pas Tanya anakku bagaimana sih soalnya. Ternyata kebanyakan bentuknya soal cerita yang harus diinpretasi siswa. Baik itu mate ataupun indo.
2. Pahami kesulitan anak. How to interpret or how to count it. Kebanyakan di interpret.
Because God create human to having fun. In a good way that God approve. God made Adam live in heaven and create Eve. So don't ruin your live with anger. Just having fun.
Sedang menikmati. Bagaimana rasanya hanya menjadi diri sendiri. Mungkin kata orang sepi, tanpa empati. Tapi ternyata ramai Dan penuh pikiran yang harus diurai.
Seperti puisi, ternyata diri juga harus diresapi dulu untuk dikenali Baru kemudian dicintai dengan tanpa batas.
Yang gak sampai ke kita, jangan di cari tau. yang sampai Dari orang lain jangan di percaya. Yang sampai Dari Orangnya langsung, maafkanlah. Doakanlah hatimu seluas samudra. (HJ)
Genggamlah lukamu. Sampai Dia menjadi serpihan yang berguguran bersama dosamu.
Peluklah bahagiamu. Sampai dimana tak ada sela tangismu disana.
Bukalah hatimu seluas samudra sampai ketika garam ditabur sudah tak ada perih lagi disana.
Buanglah pikiran jelekmu. Karena kau Baik.
Hujan. Gak Bawa payung. Pergi dengan ketidak pastian. Harus disini sampai entah jam berapa. Nanti kereta pulang bertolak jam 21.45. Sebuah moment buat dikenang
๐ง: mom (angry with her sister) y ( ngajarin ngerjain pr)
๐งโ๐ฆฒ: adek (nangis)
๐: the sister (telponan Sama sepupunya)why you don't pity your sister.
Her answer. I'm pity her. But you know lah. Our parents is Asian parents.
Savage
NASIB MASYARAKAT ADAT
Tangis warga masyarakat adat pecah mendengar putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Simalungun yang menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Sorbatua Siallagan (65). Sepanjang hidupnya tinggal di rumah kayu berlantai tanah, Sorbatua diminta juga membayar denda Rp 1 miliar, uang yang tak pernah dia bayangkan.
Sorbatua yang mempertahankan hutan adatnya dinyatakan bersalah karena menduduki konsesi kawasan hutan milik PT Toba Pulp Lestari. Sorbatua berdiri tertunduk lesu mendengarkan putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Dessy Ginting dengan hakim anggota Anggreana E Roria Sormin dan Agung CFD Laia di Simalungun, Rabu (14/8/2024).
Jerni Elida Siallagan, anggota masyarakat adat Oppu Umbak, mengatakan, warga adat merasakan miris atas hukum di negara ini. Mereka dipaksa bersalah karena mempertahankan tanah ulayatnya.
โBapak Sorbatua tinggal di rumah kayu berukuran 4 meter x 5 meter dengan lantai tanah. Namun, diminta membayar Rp 1 miliar dan harus dipenjara selama dua tahun karena mempertahankan tanah adat,โ kata Jerni.
Sahabat Kompas dapat membaca artikel selengkapnya di sini https://t.co/SlztQi70NZ
#MasyarakatAdat #AdadiKompas