kalau di umur 24 aku ini aku udah ngeliat temen2 aku :
- dapet beasiswa lpdp ke machester
- nikah punya anak dan financial freedom
- jadi dokter
- jadi pns kementerian
- bisnis owner
- umroh, jalan jalan ke LN
- jadi selebgram, dll
sedangkan aku baru intern dengan gaji umr, bukannya ga bersyukur ya… aku juga paham proses masing masing orang beda
tapi aku takut aja bisa ga ya kedepannya aku sukses dan bingung cara apalagi yg harus aku lakuin buat mencapai “sukses” itu 🙂
@GerraldKevin 😭😭😭 nangis gak batin lu ngelihat beginian...
Lu sekolah pinter-pinter sampe lulus kuliah..
Lu kerja capek-capek sampe berasa susah naik jabatan..
Lu kerja capek-capek cuman dapat duit seadanya..
Tetapi di negara lu di isi sama orang-orang gak danta seperti ini.
Salah satu kehilangan momentum terbesar bangsa:
Indonesia sedang membuang peluang emas mencetak generasi intelektual terbaik, tepat di depan mata, tepat saat Indonesia Emas 2045 tinggal 19 tahun lagi.
Ribuan anak muda Indonesia berbakat yang seharusnya bisa dikirim kuliah ke luar negeri belajar kecerdasan buatan, nuklir, teknik antariksa, bioteknologi, dan kedokteran canggih justru tidak mendapat beasiswa karena anggarannya sudah habis terserap untuk program MBG + Kopdes
Rp335 triliun APBN 2026 dialokasikan untuk memberi makan siang.
Bukan untuk mengirim satu generasi pelajar terbaik ke universitas terkemuka dunia.
Bukan untuk membangun 100 laboratorium riset kelas dunia.
Bukan untuk mencetak 50.000 insinyur dan ilmuwan yang bisa membawa Indonesia loncat ke era industri maju.
Bandingkan saja: beasiswa LPDP 2026 hanya menyentuh sekitar 5.000–7.000 penerima per tahun dengan anggaran di bawah Rp5 triliun.
Sementara MBG mendapat 67 kali lipatnya.
Dengan Rp335 triliun, Indonesia bisa mengirim 1 juta mahasiswa kuliah S1 penuh selama 4 tahun ke universitas terbaik dunia. Atau membiayai 3 juta mahasiswa S1 di universitas dalam negeri terbaik lengkap dengan biaya hidup. Atau membangun 500 pusat riset dan inovasi teknologi di seluruh Indonesia.
Akhirnya
kita akan sampai di 2045
dengan perut kenyang
tapi
masih mengimpor teknologi,
masih mengimpor insinyur,
masih mengimpor solusi dari bangsa lain yang justru hari ini sedang serius mencetak ilmuwan mereka.
Sejarah 1965 kehilangan satu generasi intelektual karena paksaan politik.
Sejarah 2026 berpotensi kehilangan satu generasi intelektual karena salah prioritas anggaran.
Dua jalur kehilangan yang berbeda. Tapi akibatnya bisa sama besarnya.
halo, kak evan @Hesseeung@cortiskeohho@Shatteredamp or should i call you kak darien? @Mjnggyu@phainkiller. gimana rasanya hidup tenang setelah nipu aku selama ini? seru ya pura-pura jadi orang baru, terus macarin dan nyakitin orang yang udah anggep kamu kayak kakaknya sendiri?
Orang2 pada heboh llihat si mbak 27 tahun tsb jadi komisaris pertamina. Tapi blm tentu akan menolak ketika ditawarkan masuk perusahaan swasta tertentu dengan jalur ordal.
Sampai saat ini gw belum pernah melihat seseorang menolak jalur ordal. Biasanya pasti diambil juga.
Kenapa ya pacaran sekarang rasanya ribet banget?
Ada istilah bare minimum, ada avoidant, harus hitung untung rugi, sampai hubungan terasa sangat transaksional. Seolah semua orang sibuk mikirin, “Dia bisa bawa apa buat hidup gue?”
Kenapa gak sesederhana dulu aja ya? Kalau sayang, ya sama2 ngelakuin yg terbaik buat pasangan aja. Saling menghargai, saling menjaga, selama nggak ada kekerasan fisik maupun verbal.
Bukannya hubungan memang tempat untuk tumbuh bersama, bukan saling menghitung?
umur 23 taun isi pikirannya
apa coba switch career ya? apa lanjut s2 ya? apa coba bikin bisnis ya? apa belajar bahasa asing ya? apa coba ambil beasiswa abroad ya?