Wanna One reality show slated to air in April 2026. It's spring in April.. Wanna One's love for Wannable.. "Let's meet again when the spring breeze passed by" 🥹❤️ 우리 다시 만나 봄바람이 지나가면
stasiun yg isi nya surga jajanan:
1. stasiun pocin
2. stasiun gondangdia
3. stasiun depok lama
4. stasiun tebet
5. stasiun cawang (WAJIB BELI ROTI ABON BREADLIFE 10rb abonnya tebel & di dalam nya ada krim gitu, ENAK BGT! 😭
Memantau crita Aureli. Kalo kamu mengucapkan kalimat-kalimat ini ke anak di bawah umur korban kekerasan seksual, maka kamu bagian dari kekerasan itu sendiri.
“Anaknya juga mau kok.”
“Anaknya terlalu dewasa untuk umurnya.”
“Dia kelihatan genit dari kecil.”
“Posting fotonya kayak orang gede.”
“Dia kan nggak nolak.”
“Sama-sama menikmati.”
Dan masih banyak lagi contoh kalimat lain.
Kalimat-kalimat ini bukan sekadar pendapat. Ini adalah alat kekerasan.
Karena dengan mengucapkannya, kamu:
1. Menghapus fakta bahwa anak tidak pernah bisa memberi consent,
2. Mengalihkan tanggung jawab dari pelaku ke korban,
3. Menanamkan rasa malu dan rasa bersalah pada anak—yang seharusnya dilindungi, bukan diadili.
Dampaknya jauh lebih berat ketika kalimat-kalimat ini datang dari orang dewasa yang punya otoritas: orang tua, guru, tokoh agama, aparat, atau figur publik.
Di titik itu, kekerasan tidak lagi berhenti pada pelaku pertama.
Ia berlanjut lewat bahasa. Lewat pembenaran. Lewat “logika” yang terdengar masuk akal, tapi aslinya kejam.
Pedofilia, grooming, maupun statutory ra--pe tidak pernah soal pakaian anak.
Bukan soal sikap anak. Bukan soal apakah anak melawan atau diam.
Semua itu SELALU tentang orang dewasa yang menyalahgunakan kuasa.
Dan setiap kali seseorang memilih menyalahkan anak alih-alih mengecam pelaku, dia sedang berpihak pada kejahatan.
cantik sekali makna qoutes ini :
hiduplah dengan baik dan tenang, hiduplah sebahagia bahagia nya — carilah apa yang membuatmu happy dan hargailah detik kebahagiaanmu, jadilah manusia yang memanusiakan manusia mulai sekarang.
love yourself before someone els!