"Jika kau ingin tahu sekotor apa qalbumu, maka sadarilah sebanyak mana kau telah memandang rendah terhadap orang lain, serta merasa lebih baik dari orang lain."
Imam al-Ghazali
Maka ketika kebenaran ini diteriakkan, berhentilah memperlakukannya sebagai pertunjukan retorika yang disambut riuh tepuk tangan. Itu adalah peringatan moral yang menuntut keheningan tobat, bukan perayaan kepalsuan yang melenakan akal budi.
Jika engkau mendidik seorang anak laki-laki, berarti engkau telah mendidik satu individu. Namun, jika engkau mendidik seorang anak perempuan, berarti engkau telah mendidik sebuah umat.
"Apa yang kau minta tak akan terhalang selama kau memintanya kepada Tuhanmu. Namun, apa yang kau minta tak akan datang selama kau mengandalkan dirimu sendiri."
Syekh Ibnu Atha'illah as-Sakandari
“Selagi masih bisa menahan diri, tahanlah. Selagi masih bisa diam, diamlah. Selagi masih bisa bersabar, bersabarlah. Karena menuruti hawa panasnya hati, terkadang hanya akan dibayar dengan penyesalan di kemudian hari.”
— KH. Munif M. Zuhri
Masruq bin al-Ajda' rahimahullah berkata:
كَفَى بِالْمَرْءِ عِلْمًا أَنْ يَخْشَى اللَّهَ، وَكَفَى بِالْمَرْءِ جَهْلًا أَنْ يُعْجَبَ بِعِلْمِهِ
“Cukuplah seseorang disebut berilmu apabila ia takut kepada Allah. Dan cukuplah seseorang disebut bodoh apabila ia merasa kagum terhadap ilmunya sendiri.”
📚 Ḥilyat al-Awliyā' 2/95
أنت مميز جد أبالنسبة لي لدرجة أنني أحتفظ بك في ثلاثة أماكن. في قلبي، وفي ذاكرتي، وفي صلواتي
Kamu begitu istimewa untukku sampai aku menyimpanmu di tiga tempat. Di dalam hatiku, di dalam ingatanku, dan di dalam doaku
"Jika kita belum mampu menyembelih hewan qurban tahun ini, maka sembelihlah sifat sombong dan angkuh dalam diri kita yang selalu merasa benar, selalu merasa pandai dan alim."
Jalaluddin Rumi
بعد تجارب من الأذى تدرك أن التحرر من التعلّق بتوقّعات الآخرين هو أعظم انتصار لقلبك.
Setelah mengalami penderitaan, kamu akan menyadari bahwa membebaskan diri dari keterikatan pada harapan orang lain adalah kemenangan terbesar bagi hatimu.”