Daripada tiap malem abis berjam-jam untuk scrolling Tiktok, mending coba deh untuk ganti pake website ini, ya ini gratis.
Hasilnya lu bisa belajar lebih banyak tapi pikiran juga lebih ringan cocok buat yang suka explore.
1. Google Arts & Culture
Bisa jalan-jalan ke ribuan museum terkenal di dunia langsung dari rumah.
2. FutureLearn
Banyak banget kursus gratis soal skill, psikologi, bisnis, sama teknologi.
3. Radio Garden
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Ada ibu2 cerita dapet guru les yg biayanya 120k/jam dan anaknya demen cara ngajarnya.
Respon netijen:
“Wah mahal sekali, saya cuma 20k/jam”
“Saya 150k/bulan untuk 4 sesi”
…dst
Kok ga bisa banget liat orang appreciate guru les anaknya dengan baik. Malah pamer bs bayar rendah.
-- A THREAD --
KLARIFIKASI Stand Mic Oliver Sykes "di curi"
Saya pemilik dari akun instagram @hi.kal20 atau Pasla Haikal Pirgiawan
Disini saya akan menjelaskan kejadian yang sebenar nya dan beberapa bukti bukti dari apa yang akan saya ucapkan
Salah & kurang tepat ya ini pertolongannya.
Klo km nemu kasus seperti ini, begini cara nolong yg bener 👇🏻
1. Tepuk & panggil namanya. Klo gbs ngejawab segera minta bantuan orang lain buat membaringkan korban di bidang datar.
2. Boleh dibaringin di bangku duduk? Ga safety! Lebih baik di bawah saja (jika lapang seperti pada video)
3. Longgarin pakaian korban, kemudian cek napas dg teknik tekan dahi angkat dagu
Tak keberatan sama sekali jika nantinya 'Budi Pekerti' memborong piala di FFI. Salah satu film Indonesia paling powerful dalam beberapa tahun terakhir!
Dibuatnya geram, resah, pilu tapi juga terbahak menyaksikan kisah seorang guru BK yg karir, keluarga & hidupnya seketika carut marut usai potongan video mengumpat tanpa konteksnya tersebar viral di internet.
Film ini secara tepat mewakili keresahan, ketakutan sekaligus kemarahanku kala melihat seseorang dihujat & kehidupan personalnya dikuliti habis-habisan oleh netizen gara-gara potongan gambar/video viral dengan bubuhan caption kontroversial. Padahal, kebenarannya masih belum terkonfirmasi.
Semoga aja dengan begini nggak jadi saling singgung, tapi saling evaluasi. Karena yang seperti ini bukan cuma satu atau dua, dan yang dibutuhkan masy awam adalah penjelasan bukan malah di-judge karena tidak paham.
Tahun 2019, aku pernah kesakitan di seluruh perut rasanya. Di RS pertama disuruh tiduran di IGD setengah jam baru ada yang datengin padahal rasanya sakit minta ampun dan nangis karena gemeteran. Berharap dapat penahan nyeri atau apa gitu, tapi beneran disuruh tiduran aja
Mungkin yang bikin jadi sensitif karena kalau di dunia media kan hubungannya sama tubuh manusia ya. Tapi kalau di bidang lain sama barang/benda yang nggak hidup. Jadi hal seperti ini agak sulit ditoleransi.