@txtdrkuliner public figure emang cuma dia ama keluarganya doang apa ya jujur muak banget liat muka nya mereka kek yaudah sih udah kaya kenapa masih mukanya dimana mana
wkwkw makasi udah diingetin huhuu
btw, buat yang belum tau ya, dulunya ini makhluk sempat dikira monster laut bertentakel. tapi, karna jarang ada yang ketemu, jadinya disangka dongeng doang~
sampai akhirnya didokumentasikan secara langsung, baru deh orang tau kalo mereka beneran ada.
oiya, mata mereka tu jadi salah satu mata terbesar di dunia. diameternya bisa mencapai 27 cm. bayangin mata segede bola basket nah 😭
mata yang gede itu salah satu kegunaannya buat deteksi bayangan paus sperma. kenapa paus sperma? karena pemangsa utama mereka tuh paus sperma wkwkwkw
bagi paus sperma, cumi raksasa ini tuh makanan yang oke banget. ukurannya gede. cuma aja, si cumi-cumi raksasa ini punya paruh.
nah, paruh mereka itu kan susah ya dicerna sama si paus sperma, akhirnya di sistem pencernaan paus melindungi dirinya membungkus si paruh itu dengan zat lilin khusus.
setelah paruh cumi terbungkus zat lilin, baru deh gumpalan itu dikeluarkan paus lewat pup atau muntahannya.
nah, gumpalan yang berisi paruh cumi dan udah terbungkus zat lilin itu yang dikenal sebagai ambergris. benda langka ini kadang ditemukan mengapung di laut atau terdampar di pantai, dan sejak dulu jadi salah satu bahan parfum mewah.
Reminder for teman2 mvs untuk hati2 dengan Gilang Bungkus. Predator kekerasan seksual ini masih menyasar remaja pria sinefil, khususnya domisili Kapuas dan Banjarmasin.
Jangan lelah dengan tweet Gilang Bungkus/pelaku KS, ini untuk kenyamanan kita semua.
https://t.co/goLtS9fMuf
Jangan tutup mata kalau MBG tuh memotong anggaran pendidikan dan kesehatan.
Jangan tutup mata kalau ratusan siswa keracunan karena MBG.
Jangan tutup mata karena MBG stok susu di swalayan habis.
Jangan tutup mata MBG memakan banyak sekali APBN
Indonesian authorities used online disinformation campaigns to brand activists and journalists as "foreign agents" and silence dissent, sometimes leading to physical threats, Amnesty International said. https://t.co/sFoBm6AbMx