Dia dokter spesialis anak. 10 tahun praktek di RS besar. Sehari bisa ketemu 20-30 anak dngan berbagai kondisi
Suatu hari ngopi bareng, ku tanya iseng:
"Lo bisa bedain gak anak yang ortunya suka ikut meledak waktu anaknya tantrum?"
"Bisa. Dengan sangat jelas." sambil dia sruput kopi siang itu
"Dari mana?" tanyaku
"Dari cara anak itu masuk ruangan. Dari cara dia duduk. Dari cara dia respons waktu ku angkat suara sedikit untuk ngetes."
wow bener2 ke scan ya.
Tadi nongkrong sm temen2, ada yg lg hamil, trs suaminya nimbrung obrolan ini, "tuh kamu ky alyssa tuh, jgn malas, betah sakit y kalo ngelahirin biar jahitan 0"... Aku udah mau belain, tp temenku nyahut "iyo lek rupamu ky al, lha rupamu ky celeng ae kemaki" 😭😭😭
sakit banget hati gw tiap ngeliat berita nadiem. bayangin dia S1 udah di Brown University, S2 di Harvard University pada masanya, sepinter apa coba?! terus balik ke Indo ngasih kontribusi ke negara dengan bikin hampir 4 JUTA lapangan pekerjaan buat rakyat — lanjut memperluas kontribusi lg di Pemerintahan, eh tau-tau DITUNTUT TOTAL 27,5 tahun untuk KASUS GAJELAS (pidana penjara 18 tahun, denda 1M (subsidair 190 hari), dan pidana tambahan uang. pengganti (809M) & 4.8T (subsidair 9 tahun) atas SEDERET DENGAN DAKWAAN 0 BUKTI 😭😭😭💔
Setuju banget sama Raditya Dika:
“Kita tidak sepenting itu untuk orang lain. Berhenti memikirkan hal yang di luar kuasa kita. Pendapat orang soal kita itu di luar kuasa kita, nggak usah dipikirin.”
Jadi, lakuin apa yang kamu suka karena yang ngejalanin hidup itu kamu ✨
"Pak TU Kampus"
"Iya gimana?"
"Ini kok saya dapet UKT tertinggi? Penghasilan Orang Tua saya gak segede itu?"
"Coba saya cek, kasih nama sama NIM?"
"Debi Pak, ini NIM saya."
"..."
"Ini ibu kamu PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS emang biasanya UKT tertinggi, memang gitu aturannya di kampus ini."
"Hah? Terus gimana Pak?"
"Coba kamu apply KIPK. Ini dicek ya syaratnya."
***
"Bu Dinas Sosial."
"Iya gimana?"
"Saya mau cek orang tua saya di desil berapa di DTSEN, saya mau daftar KIPK."
"Minta NIK orang tua ya."
"Ini Bu, tolong dicek"
"Sebentar ya"
"..."
"Ini ibu kamu PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS pasti kehapus dari DTSEN. Dari jaman DTKS juga rutin diapus. Perintah menteri sosial. Memang aturannya gitu."
"Hah? Terus gimana Bu?"
"Coba kamu pakai surat keterangan tidak mampu atau slip gaji ortu buat daftar KIPK."
***
"Pak Lurah, saya mau minta SKTM buat daftar KIPK"
"Kamu bukannya Debi, anaknya Bu Lala, dosen di kampus itu?"
"Iya Pak"
"Lah, penghasilannya bukannya lumayan?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Bentar saya cek dulu aturannya, Ibu PNS kan ya?"
"Iya Pak"
"Saya kemarin dapet instruksi dari Pemda sini, katanya kalau PNS gak boleh dapet SKTM. Jadi saya gak berani keluarin."
"Hah? Terus gimana Pak?"
"Coba langsung pakai slip gaji Ibu ke Dikbud."
***
"Bu Dikbud."
"Iya gimana?"
"Saya mau daftar KIPK, cuma data ortu saya gak ada di DTSEN sama Pak Lurah gak bisa ngeluarin SKTM. Jadi pakai slip gaji."
"Sebentar saya cek ya."
"Ini slip gaji ibu kamu? PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS emang gak bisa daftar KIPK. Kemarin pejabat tim teknis KIPK udah bilang kalau PNS gak boleh sama sekali."
"Sama sekali Bu? Gaji Ibu saya cuma segini?"
"Iya. Bahkan Golongan I juga gak boleh. Memang aturannya begitu."
"Hah? Terus gimana Bu?"
"Coba ke bank aja sama Ibu, siapa tahu bisa ada pinjaman"
***
"Bu CS Bank"
"Iya gimana?"
"Saya mau ajukan pinjaman buat bayar UKT anak saya"
"Baik Bu, saya cek dulu"
"..."
"Bu Lala, setelah kita cek penghasilan dan riwayat finansial, kita gak bisa kasih pinjaman."
"Kenapa Bu?"
"Mohon maaf Pak, resiko gagal bayarnya tinggi. Saya gak berani Bu, nanti saya yang kena."
"Waduh, terus gimana ini Bu?"
***
"Pak TU kampus, saya gak bisa dapet KIPK Pak"
"Udah coba pinjam bank?"
"Gak bisa Pak, penghasilan Ibu saya gak cukup."
"Coba ini, perusahaan fintech yang kerjasama sama kampus"
***
"Mas fintech, kalau saya pinjam 12.5 juta buat UKT, saya mesti nyicil berapa?"
"Sekitar 1.3 juta per bulan selama setahun"
"Wah jatuhnya 15.5 juta dong? Bunganya 3 juta sendiri?"
"Iya Mbak"
"Waduh, itu segede biaya hidup saya euy. Gak mampu bayarnya"
"Memang aturannya segitu pinjaman kita."
***
"Pak TU Kampus"
"Iya gimana?"
"Misalkan saya mau nunda kuliah jadi tahun depan, buat ngumpulin duit dulu, bisa gak?"
"Jadi gak daftar ulang pertama?"
"Iya."
"Gak bisa, kalau udah lulus ujian tahun ini, kamu diblacklist dari ikut ujian lagi tahun depan."
"Hah?"
Funfact:
Budget MBG selama 5 tahun bisa digunakan untuk membayar seluruh guru sekolah negeri di Indonesia dari jenjang TK - SMA, termasuk Honorer, P3K dan non ASN dengan gaji...
Rp 15 Juta perbulan selama 5 tahun.
bisa bisanya dulu gua mikir umur 25 udh nikah dan udah punya segalanya, ternyata umur segitu baru mulai hidup... WKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKKWKWKWKWKWKKWKWKWKWKWKW
Bayangin dia ngorok gegoleran semalem sewa kamarnya 200 juta. Sementara itu, kemarin banyak anak Indonesia udah nangis terharu keterima SNBT, lalu ibunya malah bingung "nanti bayarnya gimana?"
Ada lohh cewek yang kelihatannya serba bisa dan mandiri banget.
Padahal aslinya… dia cuma gak punya opsi untuk jadi lemah.
Udah kebiasaan ngurus semuanya sendirian, sampai tanpa sadar tiap hari jadi makin tangguh.
Semangat selalu ya para cewek hebat yang ada disana 🥹✨