Tdk semua yg saya tulis adalah hal benar,
Tdk semua yg saya tulis berasal dari pengalaman pribadi,
Tdk ada maksud menjudge atau menyakiti hati manapun.
Jika tidak berkenan
banyak maaf selalu saya maksudkan.
Pun, banyak terimakasih bagi yg sudah mengapresiasi.
Pelajaran paling dalam dari Surah Maryam itu sederhana tapi menampar:
Ada fase di mana manusia merasa sangat lelah, sangat hancur, sampai merasa ingin menghilang.
Tapi di saat hati paling sepi itulah, Allah justru paling dekat.
Bahkan ketika lisan tak mampu menjelaskan luka, Allah sudah lebih dulu tahu.
Dan dari cerita Maryam, kita belajar:
Putus asa itu manusiawi, tapi ditinggalkan Allah itu tidak pernah terjadi. 🤍
Lirik Selalu Ada di Nadimu - Original Soundtrack JUMBO 😭
(K)ala nanti badai 'kan datang
(A)ngin akan buat kau goyah
(M)aafkan, hidup memang
(I)ngin kau lebih kuat
(A)ndaikan saat itu datang
(K)ami tak ada menemani
(A)ku ingin kamu mendengar
(N)yanyian ku di sini
(S)edikit demi sedikit
(E)ngkau akan berteman pahit
(L)uapkanlah saja bila harus menangis
(A)nakku, ingatlah semua
(L)elah tak akan tersia
(U)sah kau takut pada keras dunia
(A)khirnya takkan ada akhir
(D)oaku agar kau selalu
(A)rungi hidup berbalut senyuman di hati
(D)oaku agar kau selalu
(I)ngat bahagia meski kadang hidup tak baik saja
(N)yanyian ini bukan sekadar nada
(A)ku ingin kau mendengarnya
(D)engan hatimu bukan telinga
(I)ngatlah ini bukan sekadar kata
(M)aksudnya kelak akan menjadi makna
(U)ngkapan cintaku dari hati
SELALU ADA DI NADIMU - DON & MERI 💙💜
Semua adegan di #FilmJUMBO kami kerjakan dengan hati dan hati-hati.
Sebagaimana lagu Ibunya sangat spesial untuk Don, aku memastikan adegan Don & Meri menyanyikannya juga spesial untuk kalian.
#FilmJUMBO SEDANG TAYANG DI BIOSKOP!
Lima belas tahun yang lalu, saat masih berusia 15 tahun, Ratchanok Intanon mengejutkan bulu tangkis dunia dengan menjadi juara Indonesia Masters.
Hari ini, menjelang usianya yang ke-30, Intanon kembali jadi kampiun di Istora.
Sebuah perjalanan yg hebat.
Selamat, May!
Sometimes to really understand and appreciate sport, we need to look beyond the obvious. Beyond the victory or defeat to understand both the intricacies of the tactics, and the roles of each player within a doubles pair or team.
It’s quite natural that our admiration focuses on the player hitting the winner, or the footballer who scores the spectacular goal. But while the striker reaps the praise from adoring fans, we should remember it’s very often the mid-fielder who has set him/her up with an accurate pass.
In the same way the wonderful front court player in badminton relies on a hard worker on the rear court who has the tactical awareness, vision and accuracy to set up his/her partner on the front court.
Mohammad Ahsan fulfilled that role to perfection. Fast, accurate, and tactically astute, it was Ahsan, by his control and placement from the rear or mid-court, who so often set up, or provided the opportunities for Setiawan to showcase his brilliance at the net.
Those complementary qualities of Ahsan, and the importance of the playmaker were showcased perfectly in the final of the 2013 World Championships, where Ahsan was, in my opinion, the most influential player on court.
Whilst having a specific role within his partnership with Setiawan, Ahsan was also extremely versatile. He could also take the lead as the front court player when required, and he could adapt his style to play with any partner – as proved by the fact he is the only men’s doubles player to win world championship medals with 3 different partners.
There is no doubt our admiration was drawn to Hendra Setiawan’s wonderful anticipation, his front court play, and his extensive repertoire of winners. But to the true connoisseurs of the sport, there is also a real understanding and appreciation of the sheer brilliance with which Ahsan carried out his crucial role within the partnership; and therefore, the enormous, and vital contribution he made to the incredible success of the “The Daddies”.
Happy retirement Mohammad Ahsan.
📷@badmintonphoto
#Badminton
BREAKING
Mohammad Ahsan of Indonesia retires from international badminton. Indonesia Masters 2025 in January will be his last tournament.
All the best for your future!
Apresiasi kepada Tim Uber Indonesia 2024
*Mencapai semifinal untuk pertama kali dalam 14 tahun.
*Mencapai final untuk pertama kali dalam 16 tahun.
*Mengalahkan Thailand, tim yang selama bertahun-tahun mendominasi sektor putri Asia Tenggara di QF.
*Mengalahkan Korea Selatan, sang juara bertahan di SF.
*Ditarget ke semifinal tetapi mampu menembus final.
Sekarang, menjadi pekerjaan besar pengurus federasi untuk membentuk tim kuat kaliber juara dan merawat talenta2 terbaik nasional dgn cara yg benar.
Hal2 yang telah dilakukan tim Ad Hoc dgn menyediakan psikolog top, performance analyst, peduli pada sport science wajib diteruskan oleh kepengurusan baru.
Bangkit lebih kuat, Tim Uber Indonesia!
📸: PBSI
HENDRA SETIAWAN
1 Emas Olimpiade
4 Juara Dunia
1 Juara Piala Dunia
1 Gelar Piala Thomas
2 Juara Asia
2 Emas Asian Games
3 Emas Beregu Asia
7 Emas SEA Games
16 Tahun lalu, pertama menjadi No 1 Dunia
Hari ini, pada usia 39 tahun, masih tetap berada di papan atas dunia. Sosok yang sangat santun dan rendah hati kepada siapapun di luar lapangan, tetapi punya ambisi dahsyat di dalam lapangan.
Sosok yang berdedikasi selama bertahun-tahun, tak banyak bicara, tetapi memberikan bukti2 besar lewat tindakan. Seorang pembaca permainan yang mengagumkan dan pemilik tangan yang begitu istimewa.
Selamat ulang tahun Hendra Setiawan!