sudah dalam keramaian tapi merasa sendirian
berada di tengah tapi seperti di sudut ruang
sudah pergi tapi tak dicari
mau pulang tapi rumah mana yg akan di tuju?
mba taylor, 14 tahun yg lalu aku jadi saksi perceraian orang tuaku yg penyebabnya ibu dari bapakku.
eh sekarang omaku yg sdh 70an tahun itu tanya “dulu orang tuamu berpisah itu karena apa ya?”
mba taylor, malam ini aku di tanyain kapan nikah? waktu hadirin acara resepsi temanku yang pagi tadi baru akad.
bingung mau counter, dia lagi sebahagia itu ~
dulu ngatain “bodoh” sama orang yg bunuh diri. pikirku bunuh diri ga nyelesain masalah dan dosa juga.
kek masa iya sih g ada jalan keluar?
eh sekarang aku yg ngerasa bund*r itu jalan keluar dari permasalahanku ~
apa yg terlintas pada kalian tentang si “independent woman” ?
si wanita mandiri itu terbentuk bukan karena kemauannya, tetapi karena kondisi keadaannya yang mewajibkan. dia terbentuk menjadi mandiri yang karena sebenarnya dia tidak memiliki siapapun.
si independent woman sebenarnya tdk selalu kuat, tdk selalu berhasil, tdk selalu tahu semuanya, tdk selalu bisa. tetapi kenapa dia selalu terlihat hebat?
ya karena hanya hal-hal hebat yg harus dia tunjukkan !!!
memamerkan kegagalan hanya membuat ia di tertawakan.
kali ketiga
kamu tak lagi ku pandangi dari jauh
kamu nyata tepat di depanku
tubuhmu bisa ku sentuh
senyummu sangat jelas di depan mataku
jantungku berdetak cepat
aku jatuh cinta
tetapi hanya AKU
#3
udah biasa travelling sendiri. mau itu lewat darat, laut atau udara. dan satusatunya kendala utama itu kalo transportasi yg kita gunakan punya beberapa tujuan. jadinya ga bisa tidur di perjalanan, takut ga ada yg bangunin kalo udah nyampe. eh akhirnya kelewat.
Lihat berita #elisasitimulyani tiba” ketrigger. kiranya aku sudah selesai dengan kisah kemarin, ternyata traumanya masih ada. hanya saja ia tersimpan paling dalam, dan kini sakitnya hadir kembali.
kita beneran selesai.
lalu bagaimana dengan semua rencana yang kita sepakati untuk di buat bersama kedepannya?
apa harus di teruskan dengan orang baru?
kadang aku bangga sama diri sendiri. kok bisa ya urus semua sendiri, ga nyusahin orang lain.
tapi kok kenapa orang lain ga ada yg bangga punya aku? atau minimal mau dulu lah. ini di notice aja enggak.
tetapi aku salah, jalanmu sudah terlalu jauh. sampai aku tak bisa melihat bayanganmu lagi.
lantas bagaimana sekarang? apa aku juga harus mencari jalan yg lain?
ku kira kamu yang terakhir, nyatanya kamu juga berakhir.
dari yg tidak saling kenal, kemudian menjadi bagian dari inti cerita. kita bahkan sedang berjalan menuju masa depan bersama. beriring menggapai tujuan yg sama. dan ini bukan rencana. kita sudah diperjalanan menuju kesana.
lalu aku? aku, kau tinggalkan sendiri dengan batu besar itu. dengan semua masalah yang ada. dan aku masih tetap berdiri ditempat yg sama dengan harapan kau akan kembali membawa kapak yg akan membantu menghancurkan batu itu.