1.dr gue kecil sampe sebelum bokap ketangs mana gue tau bokap gue korupsi atau kaga
trs ketangkep trs jatoh miskin trs gue jadi badut online
eh kebetula kaya lagi
2. masa gue gaboleh sayang sm bokap gue man, dia ngelakuin kesalahan, udah face the consequenses.
gue udh kena sanksi sosial.
tapi as a father dia tetep superman gue. tanpa dia gaada gue. gue tetep sayang dan bangga sm dia as a father.
lo benci sm gue karena apa yg bokap gue lakukan
atau karena ada anak jatoh kaya, bokap fi penjara, dan dia jadi kaya lagi lebih cepet sblm orang orang yg bokanya gak di penjara?
gakperlu izin lah ya kalo yg ini mah
Saya pernah baca buku judulnya Lost Connections, penulisnya Johann Hari. Kamu udah baca?
Premisnya: Sekarang ini meski punya keluarga, temen, gampang hubungin pake hp, suasana rame… tapi banyak orang merasa kesepian, sampe depresi.
Dan merasa rumah nggak lagi terasa sebagai rumah.
Sekarang manusia makin terpolarisasi, terfragmentasi, lingkarannya jadi sesempit cuma per individu, “aku”.
Nonton kayak live marapthon gini mungkin bikin orang merasa punya temen, dengerin obrolan ringan, merasa jadi bagian dalam kelompok dan merasa ikut di dalam rumah itu.
Tidak ada yang lebih layak untuk mendapatkan dukungan dari segala bentuk "grief" dan "duka" selain keluarga dan sahabat-sahabat terdekat yang sudah menemani Almarhumah selama bertahun-tahun.
Walaupun gua mengenal Almarhumah sejak lama, tapi gua hanya mengambil sebagian kecil dari kenangan/memori Almarhumah selama hampir 1 Tahun ke belakang dan (yang tadinya)rencana-rencana kami berdua dan keluarga di masa depan.
Kesampingkan apa yang kalian proyeksikan tentang apa yang gua rasakan, dan fokus ke keluarga dan sahabat-sahabat Almarhumah.
Sementara itu, biarkan gua fokus sama diri gua sendiri, sampai nanti akan ada saatnya gua butuh kalian. Bohong kalau gua bilang gua tidak lemah dan hancur.
When the time's comes. Pasti... Gua pasti akan minta tolong...