Dia menangis kencang ketika aku berteriak dan marah. Aku sangat merasa bersalah. Tidak seharusnya emosi ku begitu. Tangis ku pecah saat dia datang memeluk ku dan bilang, "minta maap ya" dan aku pun meminta maaf juga kepada anakku.
Kemarin, aku benar benar kehilangan kontrol emosi ku, karena memang, dalam hal mengontrol emosi, aku masih amatir. Posisiku sedang makan, lalu anak ku bermain di sekitar ku, mengeluarkan isi kulkas, memanjat kursi, sampai pada akhirnya minum dengan sedotan air gelas dan muntah.
Dengan segala grasak grusuk dan perasaan yang campur aduk, aku meledak. Aku tau, apasih yang dimengerti anak 2,5 tahun? Mana bisa disuruh diam. I know. Tapi aku juga tidak tau apa yang harus aku lakukan. Semuanya terasa gedebak gedebuk.
Rasanya buntu. Karena sekarang aku terikat. Tidak sendiri. Ada anak, ada suami. Keputusan ku tidak lagi hanya mempengaruhi diriku sendiri, tapi sekitarku.