semua tuduhan terhadap Nadiem Makarim tidak terbukti.
- tidak terbukti melakukan suap, gratifikasi, dll
- tidak terbukti melakukan intervensi
- tidak terbukti ada aliran dana
- tidak terbukti ada saham di perusahaan laptop
- tidak terbukti ada konflik kepentingan
- tidak ada peristiwa Akab B TO B terhadap PT. Akab & Gojek
- tidak terbukti ada pengadaan
STRESS GILAKk!! sakit hati bangetttt pak nadiem dikriminalisasi 😭😭😭 bisa-bisanya divonis 10 tahun dan denda hampir 1T (yang mana ga sesuai dengan omongan hakim bahwa tidak ada dana mengalir ke Nadiem, tapi tetep kena denda??? WTH)
@tanyakanrl ohiya, klo kmu ada masa training, pastiin hal2 seperti sanksi nombok atau kmu ga sengaja bikin kesalahan itu blm berlaku ya.. karena kmu dihitungnya msh masa training wajar blm terbiasa
@tanyakanrl nder tanyain, klo di awal segitu itu hitungannya karena masa training atau gmn? trus nanti setelah training apa ada kenaikannya? dan juga jobdesk kmu apa aja, jgn mau klo digaji segitu tapi ngerjain yg diluar jobdesk
Bahlil ngamuk ditanyain kapan harga pertamax turun
“minyak dunia naik 2/ 3 bulan kemarin harga BBM tidak kita naikan, sekarang Pertamax naik baru 2/ 3 minggu udah di tanya kapan turun”
We are finished, Bahlil lupa gajinya berasal dari mana, gaya sok sok an lagi🤮🤮
Tau gak sebenernya apa yang paling menjengkelkan dari permainan komisaris2an ini?
Yakni tidak ada KEPASTIAN KARIR di sini.
Orang2 yang beneran bangun karirnya di bidang tsb selama berpuluh2 tahun, kuliah tinggi2 sampai luar negeri, bikin riset atau project macem2, bisa tau2 reporting kepada anak bau kencur modal timses2an atau aspri2an.
Bener gak??
Jadi wajar banyak profesional & teknokrat yang makin males berkarir di sini. Sekalinya nyemplung beneran, bisa kena kriminalisasi. Yuck!
Total 45juta/orang
- Pelatihan militer : 30juta/orang
- Pembelajaran koperasi: 15juta/orang
Buat yang nanya tujuannya apa pelatihan militer manajer KDMP, ya... itu tujuannya 🤣
#intinyadeh abis 5 org meninggal, 32 org ibu hamil calon manajer Kopdes-Kampung Nelayan dipulagin.
Satunya melahirkan saat jalani pelatihan.
Dikecam keras krn berarti pas periksa kesehataan, ibu2 hamil ini ttp disuruh ikut, termasuk yg udh hamil tua.
Dianggap gak make sense.
Rektor UNY bilang "siap terima SPPG" di kampus.
Mahasiswa langsung demo. Spanduknya berbunyi:
"Kampus tempat memasak pikiran, bukan tempat memasak MBG."
Respons Wakil Rektor?
"Kotor. Mengotori lantai, mengotori pandangan."
Sementara itu di Cilacap , 100 titik SPPG resmi terdaftar di sistem BGN. Setelah dicek tim investigasi:tidak ada bangunannya.
Lokasinya: sawah. Hutan. Kuburan.
Sekarang sedang didalami Kejagung.
Jadi yang beneran kotor itu , spanduk mahasiswanya, atau sistemnya?
Buat yang berkeluarga, Sweden 🇸🇪 ini emang the best. Gue udah berapa kali ngobrol orang Sweden, dan mereka ngebanggain pajak yang mereka bayarkan, akan balik karena akan dirasakan langsung sama masyarakatnya.
Gue sebagai WNI could neveeerrrr 😭😭
Bentar.
Ini tuh berarti pas berangkat, ibunya udah hamil 8 bulan-an???
Terus harus tetep berangkat? Gak bisa enggak?
GUENDENG A KON?
Jadi suami pas istrinya hamil gede aja kerja gak tenang bjirrrr, bisa brojol kapan ajaaaa.
Ini disuruh latihan militer???
Berita di TV Taiwan:
- MBG penuh masalah, termasuk keracunan
- Liputan korupsi Dadan CS: memperkaya diri
- Penunjukan vendor tidak jelas, pengadaan gak jelas
- Meskipun begitu Prabowo bersikeras melanjutkan program MBG
“meromantisasi kemiskinan”
flashback tahun perkuliahan:
ayah → kerja + ikut proyek sampingan
ibu → kerja + ambil banyak customer luar
aku → kuliah + freelance sana-sini
“kan banyak beasiswa”
trust me, aku daftar semuanya. literally semua beasiswa tiap semester di kampus 🤗
kampus top 10, beasiswa perusahaan besar banyak banget, tapi:
beasiswa prestasi:
• IPK > 3,5
• kompetensi nasional/internasional
• sertif seabrek
• surat rekom beberapa dosen
beasiswa kurang mampu:
• suket tidak mampu/berpenghasilan rendah
[ttd RT, RW, kecamatan → survei dinas sosial]
• riwayat listrik, PDAM
aku BUKAN “tidak mampu”, tapi juga bukan yang bisa santai bayar UKT tinggi tanpa semua orang kerja keras!
jadi ya… MEDIOKER mentok. terlalu “mampu” untuk dibantu, tapi terlalu ngos-ngosan untuk dibilang aman 😁
jadi sekarang kalau ngobrol sama keluarga bukan:
“wah akhirnya lulus”
tapi:
“akhirnya bisa napas karena udah gak ada tanggungan UKT dan biaya hidup kuliah”🥲
Bahlil soal Pertamax yang naik 32%:
"Pakai mobil Mercy, nongkrong di mal, minta BBM-nya disubsidi. Malu dikitlah."
Surya, ojol Semarang, juga pakai Pertamax.
Bukan karena gaya-gayaan. Motor injeksinya berkerak kalau diisi Pertalite, dia sudah coba 2 bulan. Sekarang kerja 7 jam sehari buat nutup selisih harga.
Agung, ojol Medan, mau pindah ke Pertalite tapi was-was sama mesin.
Nasi di warung langganannya naik dari Rp10.000 ke Rp12.000. Dia juga nambah jam.
Dua-duanya bukan pemilik Mercy, Pak Menteri.
Kalimat "malu dikitlah" itu terdengar gagah dari podium INDEF. Terasa berbeda dari balik stir motor ojol jam 7 pagi.
Mercedesnya di mana?
Akhirnya terjadi yang saya khawatirkan. Ini bukan semata karena UKT naik, tapi karena pemerintahan Presiden @prabowo menganggap calon mahasiswa dari keluarga yang penghasilannya 2,5juta dari Provinsi dgn UMP Rp2,4juta, dianggap anak orang kaya yang mampu membiayai UKT nya secara mandiri, Sehingga tidak berhak mengakses KIPK.
Kebijakan edan !!!
Dikasih kuasa menjadi seenaknya, malah membuat kebijakan yang sudah baik, jadi buruk.
Selama orang ga marah & turun ke jalan skala besar, gaakan berhenti yg begini-begini.
Di negara beneran, kalo eksekutif kurang ajar, legislatif bakal galak. Beneran mengawasi.
Sayangnya kita di negara bandit. Eksekutif, legislatif, yudisial sekongkol semua
doanya harus lebih spesifik lagi: pengen ngerasain gaji dua digit perbulan tapi workloadnya masih manusiawi, jam kerjanya selayaknya orang kerja dan bisa work life balance