@muaresk@chneffects Kl anda lulusan dari 10 top universitas negeri baru saya pertimbangkan, tapi kl di luar itu apalagi cuma sekolah SMK, maaf wajar kl gak nyampai.
Ngapain saya takut, dg 1000 org macam anda juga saya gak takut berdebat kok, cuma percuma aja berdebat dg org gak ngerti diksi sensus.
@muaresk@chneffects Lah goblok, namanya sensus kok cm ke rt/rw, emang rt/rw tau 100% keadaan nyata setiap warga? Maaf anda sekolah dimana mas? Serius nanya nih.
@hadimaster65555 Nah ini asli pinter masnya. Kalau diskusinya dg orang seperti ini bisa mencerahkan, tapi sayangnya untuk bisa tercerakan tentunya harus punya bekal kemampuan penalaran yg baik.
@muaresk@chneffects Anda yakin petugas sensusnya bener? Apakah tdk mungkin krn target waktu maka patugas sensus main tembak isi datanya berdasarkan data nik dari RT. Saya lihat pernah ada petugas sensus ke komplek saya tp hanya duduk di balai warga dan rumah saya tidak pernah ada petugas yg datang.
@bps_statistics Inilah logika yang dipakai BPS. Premis mayor: Semua sarjana pasti sejahtera (Berkemampuan ekonomi tinggi). Premis minor: Si Fulan seorang sarjana. Kesimpulannya si Fulan PASTI sejahtera (berkemampuan ekonomi tinggi).
@tempodotco Untuk memenuhi beban anggaran itu rakyat diperas dg berbagai pajak, polisi disuruh jaga SPBU ngurusi kendaraan penunggak pajak, penjual marketplace, warung dengan omset tertentu dipajakin dll. Selamat menyongsong Indonesia.......
@kompascom Asli dzolim sih krn data desil yg disusun @bps_statistics tdk mencerminkan fakta. Alesan banyak variabel yg dipakai, tapi kan variabel itu tdk menjamin orang berada di level ekonominya terutama desil 10.