Perpisahan itu cukup dirayakan dgn sederhana saja di sekolah, Fokusnya pada kebersamaan, apresiasi prestasi siswa, serta penanaman nilai moral dan rasa cinta tanah air. Ada makna + dan itulah yg diabadikan, dijadikan kenangan para siswa-siswi bersama gurunya setelah mereka lulus.
@rengganesputri@Mdy_Asmara1701 Dalam kebijakan publik, keputusan bukan hanya soal berbicara saja lalu memutuskan tanpa kesepakatan, tapi keputusan/kebijakan itu adalah soal keadilan yang disepakati bersama yg menjadi kebijakan. Kebijakan finalnya itu adalah hasil dari kesepahaman bersama.
@rengganesputri@Mdy_Asmara1701 Kita bicara ttg kebijakan publik, bukan tentang soal gengsi anak-anak sekolah. Keputusan kebijakan publik yang diambil KDM sbg pemangku kebijakan blm adil bagi murid. Maka hrs ada solusi keputusan lain. Cthnya : Perpisahan ttp ada, bersifat sederhana, tanpa ada paksaan pembayaran
Hormati keberanian ini, jgn jadikan dia bahan hinaan di media sosial. Sebagai warga negara, dia punya hak untuk mengkritik pemerintah daerahnya menurut versinya. Jgn Krn senang KDM kita membungkam suara anak bangsa, karena hanya akan mematikan semangat berdemokrasi itu sendiri.
@janwekim Dia hanya meminta solusi yg baik, bukan memaksakan. Berani berbicara, mewakili aspirasi, dan tidak takut mengutarakan isi hatinya. Hormati keberanian ini, jangan jadikan dia bahan hinaan di media sosial. Perubahan selalu dimulai dari suara-suara kecil yang berani berbicara.
@rengganesputri@Mdy_Asmara1701 Murid diminta membawa bekal pribadi berupa minuman dan snack dr rumah. Bisa jg mgkin bagi orang tua yang ingin berkontribusi sukarela untuk keperluan acara dapat menghubungi panitia kelas masing-masing. Yg perlu ditegaskan adlh tidak ada pungutan wajib yg membebani.
@rengganesputri@Mdy_Asmara1701 Contoh teknisnya:
Setiap murid membawa 1 botol minuman sendiri dan 1 snack kecil sendiri. Kita makan bareng saat acara. Atau:
Kalau mau patungan sukarela untuk beli air mineral dan roti, buka donasi. Siapa yang mau nyumbang, silakan. Tidak ada paksaan.
Ruang komunikasi terbuka begini sudah sgt baik. Mksd gubernur tdk salah, perwakilan murid itu jg tidak salah. Carilah solusinya agar kedua pihak sepakat. Intinya di sini yg hrs ditekankan "Menghapuskan pungutan liar yg mewajibkan dan membebani murid&org tuanya".
@tanyarlfes Plot twist: Yang ngechat adalah putra mahkota Bos Perusahaan yang sedang ngetes pelayanan HRD di perusahaannya. Saran : Mau itu sopan atau tidak sopan, dilayanin dengan sebaik-baiknya. Sebelum bertatap muka kita sebaiknya jgn cepat menyimpulkan buruk calon Pelamar kerja.
Antara ikut senang dan khawatir. Senang karena programnya untuk membantu anak bangsa dr ekonomi rendah, khawatir karena pengawasannya selama ini tidak efektif malah akan menjadi pipa baru lagi bagi koruptor. Berharap dana PIP, BOS,BOP trs dikawal bersama masyarakat
PEMERINTAH melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi membuka pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) 2025, Selasa (4/2).
https://t.co/zKIISHfQ09