Juli 2017 saat sidang paripurna DPR-RI anggota fraksi PDIP, NasDem, Golkar, PKB, PPP, Hanura mengesahkan UU Pemilu yg di dalamnya menghapus netralitas presiden & wakil presiden diganti dengan diperbolekan memihak dan berkampanye: "Apakah Rancangan Undang-Undang Pemilu bisa disahkan menjadi undang-undang?" kata Setya Novanto pimpinan sidang DPR.
"SAAAAAAH" jawab 322 anggota DPR-RI dari @PDI_Perjuangan, @NasDem, @golkar_id, @DPP_PKB, @hanura_official, @DPP_PPP.
Sedangkan 216 anggota DPR-RI @Gerindra, @PKSejahtera, @Official_PAN, @PDemokrat yg gak setuju RUU Pemilu 2017 melakukan walk out dari sidang paripurna DPR-RI.
Jika kita ingat lagi, pengesahan UU Pemilu no 7 th 2017 saat itu menjadi kontroversi selain ambang batas, juga soal netralitas presiden & wapres menjelang pemilu 2019 tapi kontroversi tersebut diredam dengan berbagai alasan oleh 6 partai pendukung. Kini 4 partai pendukung itu kecewa atas keputusan mereka sendiri.
Setelah bela Palestina dalam KTT OKI dengan meminta liga arab meng-embargo minyak untuk Israel, kali ini Iran kembali minta dukungan BRICS tetapkan Israel jadi negara teroris. Kenapa Iran yg Syiah sepeduli itu, sedang banyak pemimpin Sunni jadi pengecut?
https://t.co/jvoCvjnKid
🚨🇮🇱 ISRAEL IS ANGRY WITH MUSK:
Upon Elon Musk’s announcement to connect StarLink with humanitarian aid groups in Gaza, Israel stated: “We will use ALL MEANS to FIGHT this!”
To improve your writing, read more.
To improve your thinking, write more.
To improve your storytelling, present more.
To improve your energy, rest more.
To improve your understanding, teach more.
To improve your network, give more.
To improve your happiness, appreciate more.