1. kode icd-10 ga penting buat dihafalkan
2. justru esensi kode B20 untuk mengurangi diskriminasi jadi hilang karena konten beliau 😂
3. konten begini ga etis, karena menurunkan martabat profesi dokter
Maaf izin tidak setuju kali ini dengan video sejawat tersebut.
“Barangsiapa menasehati saudaranya dengan sembunyi-sembunyi, berarti ia telah menasehati dan mengindahkannya. Barangsiapa menasehati dengan terang-terangan, berarti ia telah mempermalukan dan memburukkannya.”
Mempermalukan orang lain di depan umum, termasuk dengan membagikan di media sosial, memiliki dampak negatif yang signifikan pada kesehatan psikologis dan fisik korban. 𝗜𝗻𝗶 𝘁𝗲𝗿𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗯𝗲𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗰 𝗵𝘂𝗺𝗶𝗹𝗶𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗼𝗻𝗹𝗶𝗻𝗲 𝘀𝗵𝗮𝗺𝗶𝗻𝗴.
Studi meta-analisis sistematis yang menganalisis 33 studi dengan total 40.468 partisipan menemukan bahwa 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗹𝗮𝗺𝗶 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗰 𝗵𝘂𝗺𝗶𝗹𝗶𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻 𝗵𝗮𝗺𝗽𝗶𝗿 𝗱𝘂𝗮 𝗸𝗮𝗹𝗶 𝗹𝗶𝗽𝗮𝘁 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗲𝗿𝗶𝘀𝗶𝗸𝗼 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗹𝗮𝗺𝗶 𝗺𝗮𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗸𝗲𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗹.
Pada konteks media sosial berupa online shaming, dampaknya sering lebih parah karena audiens sangat besar, konten permanen, dan sulit dihapus.
Sumber:
Li (2024). Prevalence of experiencing public humiliation and its effects on victims’ mental health: A systematic review and meta-analysis.
💚 sumpah beneran kurang ajar, maaf banget ampe ku bawa ke base gini tapi kelakuan rezim wowo ini bener" diluar nalar, dakjal pun kayanya kalau udah keluar jadi gapunya banyak kerjaan lagi, soalnya udah hampir diangkut semua ama kelakuan dzolim mereka👎
Mohon maaf kakak, kenapa kok belum bisa menggunakan BPJS clue nya ada di "Aku minta cek lab aja" menandakan permintaan sendiri. Coba cek Mbah google, mbak Gemini, mas GPT. Masukin keyword "tindakan atas permintaan sendiri apakah ditanggung BPJS?"
💚 Beberapa hari terakhir aku ngerasa centang 2 di WA agak Delay tapi pesannya ternyata masuk real time. Pake paket data & wifi sama juga begitu. App sdh diupdate tapi masih jg begitu. Itu knp ya? Ada yg mengalami jg?
Massa pengunjuk rasa Aliansi Perempuan Indonesia, Kamis, 18 Juni 2026, diadang aparat kepolisian. Depan UOB, Sudirman.
Massa akan longmarch ke Istana Negara.
3 tuntutan:
- Mendesak Presiden Prabowo Subianto menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM)
- Meminta Pemerontahmenghentikan proyek MBG
- Buka lapangan pekerjaan kepada rakyat
Ada yg ngerasa gak, Demo stop MBG dilawan demo Pro MBG. Demo BEM dicounter sm BEM tandingan. Sutradara Pesta Babi dilaporkan aktornya sendiri Mama Sinta. Saya bertanya, Apakah rezim ini menggunakan politik adu domba? Jika benar, artinya pemimpin kita mengadu domba rakyatnya sendiri.. Jahat sih
cc:threadmustrlkm
Iri banget sebenarnya liat para guru berani gugat anggaran MBG sampai ke MK gara2 dicaplok porsi anggarannya.
Padahal di kesehatan, dampak peralihan anggarannya sangat terasa efek dominonya juga:
- Bantuan Operasional Kesehatan Puskesmas berkurang
- Kepesertaan BPJS banyak nonaktif
- Jaspel Nakes menurun
- PMT mulai ditiadakan
- Insentif kader posyandu berkurang
- Stok vaksin imunisasi menipis
- Subsidi Barang Medis Habis Pakai (BMHP) anjlok
- Kegiatan peningkatan kompetensi bagi Nakes nyaris tidak ada lagi
- TPP Nakes di Puskesmas dihilangkan
"kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke tentara, tentara punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke DPR, anggota DPR banyak yg punya dapur SPPG"
"ini jalan terakhir kami mengadu. kepada konstitusilah kami berharap, ya kalau ga punya dapur"
Penutup dari pak @zanatul_91
"Ketika MBG Dibela ,Keracunan Dianggap Biasa, mempertontokan keserakahan dan membiarkan negeri ini dalam Mala Petaka"
"Saya Bersaksi siapapun yang merampok anggaran Pendidikan Di Dunia hidupnya dipenjara dan di Akhirat dia Masuk Neraka" -
Dan kami sbg rakyat jg ikut menjadi saksi, bagaimana pemerintah menyakiti dan mencederai pendidikan di negeri tercinta ini 😭
Mari kita terus suarakan Perjuangan ini!!!
"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.