Bokap. Bokap gw penggila musik funk/boogie macam Earth Wind & Fire, Michael Jackson, KC & The Sunshine, etc.
Di masa mudanya di Bandung, bokap bareng beberapa tmn2nya pernah ngebuat vendor disko di rumah bernama "Cheap Fox Discoteac" dengan logo bergambar bibir.
Introduce yourself with 10 bands you've seen live:
Fleet Foxes
Mew
Turnstile
The Strokes
Counterparts
Youth Of Today
Motion City Soundtrack
Prophets Of Rage (RATM KW)
American Football
Story of The Year
Introduce yourself with 10 bands you've seen live:
my bloody valentine
swervedriver
slowdive
the raveonettes
a place to bury strangers
asobi seksu
ride
sunlotus
enola
strawberry wine
shoegajelaz edition
Seberapa patriarki ayahmu?
Aku dulu:
selama pernikahan dgn usia pernikahan 32 thn,
dia gk pernah cuci piring sendiri,
nyuci bajunya sendiri,
cuma bisa goreng telur/bikin mie,
gk bikinin rumah buat istri dan anak (rumah justru yg sedia ibuku🫢),
ga pernah bantuin pekerjaan rumah, ga pernah ikut serta dlm kepengurusan/pengasuhan anak, mau makan piring serta lauknya harus diambilkan meanwhile dia mainan hp aja. Pas aku lahir, ibuku suruh nawar total biaya rumah sakit, padahal dia kerja dibantu Biaya sama keluarga ibuku.
Kalau tanya kenapa ibuku sama dia, dijodohin, dan orang dulu tu takut bgt sama ortunya jadi gk punya hak utk ngelawan. Gambar di atas adalah hari2 normal di rumahku. Aslinya kalo diliat gk normal gak sih? Padahal itu di ruang tamu
cc:threadmokuyoubicore
Guys, ada kabar duka yang sangat berat hari ini dan di baliknya ada cerita yang menurut gue harus diketahui semua orang.
dr. Myta Aprilia Azmi meninggal dunia pada 1 Mei 2026 dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal.
Tapi sebelum dia meninggal ada surat resmi dari IKA FK Unsri yang mengungkap fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Ini bukan sekadar dokter yang sakit lalu meninggal:
Berdasarkan investigasi internal dan kronologi tertulis yang dikumpulkan IKA FK Unsri ada empat temuan yang menurut gue perlu lo baca dengan sangat serius.
Pertama — beban kerja yang tidak manusiawi.
Dr. Myta menjalani tiga bulan tanpa libur di bangsal dan IGD. Tiga bulan. Tanpa libur.
Dan selama itu dia bekerja tanpa supervisi dokter definitif melanggar aturan Kemenkes yang jelas menyatakan dokter internship statusnya dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit.
Kedua — kelalaian medik yang sangat mengkhawatirkan.
Dr. Myta sudah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026. Tapi dia tetap dipaksa menjalani jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi.
Yang paling mengejutkan:
saturasi oksigennya sudah menyentuh 80% sebelum akhirnya mendapat penanganan yang layak.
Saturasi 80% itu bukan kondisi ringan. Itu kondisi darurat yang seharusnya langsung ditangani.
Ketiga — dugaan malapraktik administratif.
Obat Sulbacef kosong di rumah sakit.
Dan pasien yang merupakan tenaga kesehatan di wahana tersebut yaitu dr. Myta sendiri diminta mencari obat sendiri di luar.
Dokter yang sakit disuruh cari obatnya sendiri.
Keempat — tindakan intimidasi dan upaya penutupan informasi.
Ada arahan dari oknum pembimbing untuk merahasiakan kondisi dr. Myta agar tidak terjadi prolong atau perpanjangan masa internsip.
Dan ada narasi gaslighting yang menyerang para dokter internship ketika mereka menyuarakan hak dasar kesehatan mereka dengan sebutan "generasi Z lembek."
Ini bukan kasus individual.
Ini adalah cerminan sistem:
Yang membuat kasus ini lebih dari sekadar tragedi personal adalah konteksnya yang sangat sistemik.
Dokter internship di Indonesia berstatus dokter magang bukan pegawai tetap.
Tapi dalam praktiknya mereka diperlakukan seperti tenaga kerja penuh tanpa perlindungan yang memadai.
Tidak ada batasan jam kerja yang ditegakkan.
Tidak ada supervisi yang dijamin.
Tidak ada mekanisme yang melindungi mereka ketika mereka sakit dan membutuhkan istirahat.
Dan ketika mereka berani bersuara mereka dibungkam dengan label "lembek."
Dokter yang sesak napas dengan saturasi 80% dan demam tinggi tetap dipaksa jaga malam.
Ini bukan tentang ketabahan atau dedikasi.
Ini adalah eksploitasi yang berpotensi fatal.
Dan terbukti fatal.
IKA FK Unsri bergerak dan ini langkah konkret yang mereka tuntut:
Surat resmi tertanggal 30 April 2026 dari Ketua Umum IKA FK Unsri, dr. H. Achmad Junaidi, Sp.S(K)., MARS., ditujukan langsung kepada Menteri Kesehatan RI. Isinya empat tuntutan.
Audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship dan evaluasi kelayakan oknum pembimbing yang terlibat dalam kronologi ini. Perlindungan agar tidak ada sanksi administratif atau ancaman prolong terhadap dr. Myta dan rekan-rekan internship lain yang mengalami beban double job akibat kekosongan posisi.
Somasi administratif kepada RSUD agar memberikan penjelasan resmi dan pertanggungjawaban atas pengabaian kondisi klinis dr. Myta sejak awal sakit.
Dan tidak menutup kemungkinan langkah hukum jika ditemukan unsur pidana terkait kelalaian yang mengancam jiwa.
Yang paling menohok dari seluruh cerita ini:
Dr. Myta Aprilia Azmi sudah melewati bertahun-tahun kuliah kedokteran yang keras.
Sudah melalui koas.
Sudah lulus ujian.
Sudah berhasil sampai di tahap internship tahap terakhir sebelum resmi menjadi dokter penuh.
Dan di tahap itu dia jatuh sakit, melaporkan kondisinya, tidak didengar, tetap dipaksa bekerja, saturasi oksigennya jatuh ke 80%, dan akhirnya tidak sempat menikmati gelar dokter yang sudah dia perjuangkan bertahun-tahun.
Sementara ada oknum pembimbing yang sibuk memikirkan bagaimana supaya kondisinya tidak menyebabkan prolong bukan bagaimana supaya dia bisa sembuh.
Untuk semua dokter internship yang sedang membaca ini:
Kalian bukan "generasi Z lembek." Kalian adalah manusia yang berhak atas jam kerja yang manusiawi, supervisi yang layak, dan penanganan medis ketika kalian sakit. Itu bukan privilege. Itu hak dasar.
Dan untuk sistem yang selama ini menganggap dokter internship sebagai tenaga kerja murah tanpa perlindungan kasus dr. Myta harus menjadi titik balik. Bukan hanya menjadi trending topic sehari lalu dilupakan.
Semoga dr. Myta Aprilia Azmi mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga perjuangan ini tidak sia-sia.
Al-Fatihah.
cc: threads
Ebo ini contoh abang-abangan yang ngga feodal, ngga peduli mau dipanggil “bang” atau “a”, mau berteman akrab dgn yg lebih muda, lebih milih bikin musik bagus daripada berusaha ingin dihormati. Padahal umur kami dgn beliau bedanya 21 tahun.
Ini kejadian terulang lagi, dulu pengen nonton American Football mikir keras sama si @tahu88 karena mau gamau ke SG, eh tau-tau ada list ke Jakarta.
Sekarang Celeste acara festival di Jakarta cancel, tau-tau malah deket rumah di Bogor. 😂 Rejeki bapak-bapak.
this was the driver after the incident btw. absolutely zero shame or remorse and immediately went straight to deflecting blame from herself.
if she's really a foreign national as reported, she should be locked up for as long as possible and deported as soon as her sentence ends.
Setelah ke China, gue baru paham kenapa budaya 9-9-6 bisa jalan tanpa banyak drama.
Karena sudah dibiasakan disiplin, fokus, dan tahan tekanan sejak kecil. Pas gedenya udah ga kaget.
Buat mereka, itu normal 😬
Meanwhile disini udah keliatan hasil strawberry parenting gimana..
Pada bulan September tahun 2017, saya diajak @moccaofficial untuk mengikuti mereka menjalani tur Korea Selatan
Perjalanan itu saya dokumentasikan dan kemudian dipublikasikan di majalah Rolling Stone Indonesia terbitan November 2017.
Sekarang tulisan tersebut bisa dibaca di Subtack saya
Cc pak @rikoprayitn0
https://t.co/1CTAVYe6Nl
⚡️#BREAKING Venezuela's defense minister is alive and has released a video message calling for an "anti-imperialist and liberation war" against the American empire.