Gegara presidennya nih, so soan menetapkan ancaman non militer. Jadinya hal tersebut seakan melegitimasi masyarakat untuk berbuat sewenang-wenang, kan. Emang gila ya, lagi-lagi gue akan selalu ingat dosa 02 voters yang buat sebab semua kisruh di negeri ini terjadi.
this country will never be progressive kalo orang-orangnya cuma mau melihat dunia dari kacamata "di ajaran [insert agama] kayak gini gak boleh, harus dibasmi!", instead of accepting semua hal itu kompleks, diverse, dan banyak faktor2 yg mempengaruhi how things came to be
ngakunya "menerima perbedaan" tapi malah sering banget ngesweeping dan ngebubarin yang berbeda
pake label anarko dan punk tapi malah nindas yang marjinal
suka ngomong dan teriak "ACAB" tapi malah jadi "polisi"
suka ngomong "dimana bumi dipijak" tapi malah demen ngehujat WNA
“Manusia harus dilepaskan dari segala atribut dan asosiasinya; baik itu kelas sosial, agama, suku, bahkan ekspresi identitas dan orientasi seksualnya”
Aksi Kamisan akan selalu jadi wadah inklusif bagi siapa pun, berbanding terbalik dengan narasi yang digaungkan akhir-akhir ini.