@penggunatwiterr@persib Abi ge salah, kalah maksakeun meser di calo, nu matak lewih keselna teh manehna nitah nungguan di summarecon, h-2 jam ngaleungit we, pernah sabaraha kali meser di manehna aman, nu ayeuna apes pisan, manehna biasana gawe jadi nu sok nge scanan tiket di penukaran
@txtdrimedia Kalau di endon dikatain tolol, miskin, beban negara, di joget jogetin pas rapat, pejabat pamer harta, di recal recal strobo dijalanan, korupsi jalan terus, bagi bagi proyek, pajak berlipat lipat, sembako mahal, rakyatnya diam aja santai 🤣🤣🤣.
Yoyon Surono, ayahanda almarhum Rheza Sendy Pratama, sempat memeriksa keadaan jenazah putranya saat sedang dimandikan. Ia menyebut ada banyak indikasi luka-luka berat di tubuh anaknya tersebut.
“Aku tadi ikut mandiin, sini (menujuk leher kiri) itu kayak patah apa gimana, terus ini (menunjuk perut bagian kanan) itu bekas pijakan kaki-kaki bekas sepatu PDL,” kata Yoyon usai pemakaman sore tadi, 31 Agustus 2025, di Dusun Jaten, Desa Sendangadi, Mlati, Sleman.
“Terus di sini (menunjuk perut) ada sayatan-sayataan, terus sama kepala sini agak bocor, terus di sini tuh putih-putih kayak kena gas air mata. Sama kaki, tangan dan punggung lecet semua,” lanjutnya.
Rheza, mahasiswa semester lima program studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, mengikuti aksi unjuk rasa di sekitar Mapolda DIY, Minggu (31/8) pagi. Ini dibenarkan pihak Amikom melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ahmad Fauzi.
“Betul, dia (Rheza) salah satu mahasiswa kami. Yang bersangkutan ikut dalam aksi (unjuk rasa) di Mapolda DIY,” ujarnya, dilansir Tribun Jogja.
Ketua BEM Amikom, Alfito Afriansyah, menjelaskan Rheza sempat terekam menaiki motor bersama seorang kawan saat aparat menembakkan gas air mata. “Dia posisi di depan. Untuk yang membonceng belum tahu siapa. Tapi bukan mahasiswa Amikom,” kata Alfito.
Menurut Alfito, jenazah Rheza ditemukan dengan kondisi mengenaskan. “Untuk video yang beredar itu benar Rheza. Terkonfirmasi dari teman sekelas dan motornya,” ujarnya, dikutip dari Radar Jogja.
| Narasi Daily
Kondisi kampus Unisba pada Selasa (02/09) dinihari usai terkena penembakan gas air mata. Asap pekat masih ada di dalam kampus dan tiga satpam Unisba dilaporkan terluka akibat kejadian pagi ini.
Credit: @suaramahasiswa
⚠️
Pada pukul 23.37 terlihat ada aparat di daerah Kampus Unisba, diserang secara tiba - tiba oleh aparat. Mahasiswa dan relawan medis yang berada di kampus menjadi sasaran kekerasan.
#1312ACAB