@swadestruksi@indischetroopen Jika Patjar Merah dan para penulis Reset Indonesia adalah agen pemerintah, baru kamu berhak memasukkan mereka ke dalam kotak intelektual yg punya hak istimewa, maka kita berhak menuntut informasi dipublikasikan secara gratis, krna sumber dananya dari rakyat.
@swadestruksi@indischetroopen Kata kuncinya adalah sumber biaya produksi. Itu dulu. Sehingga tdk gegabah menganggap semua intelektual dianggap dapat hak istimewa.
Emang ada intelektual yg tdk kerja riil? Emang ada intelektuil yg tak butuh makan?
@IndosFC Banyak pemain lokal yg kurang maksimal perannya. CB masih harus diolah, biar gk kelabakan kayak pas lawan Lion. Mudah2an transfer ini dapet pemain yg langsung panas & gacor.
@swadestruksi@indischetroopen Mngabaikn realitas ekonomi sama aja dngn abai trhdp maslahat. Bagaimana akan bertahan jika informasi yg diambil dgn biaya produksi saku sendiri harus tk punya timbal balik? Sejahtera? Belum tentu. Bagaimana kalau malah pembacanya yg lebih sejahtera atas informasi itu?
@swadestruksi@indischetroopen Apa yang dimonopoli dari karya yang berasal dari saku sendiri? Lagipula, konsep dasar copyleft sangat berbeda dengan kasus patjarmerah dan para penulisnya yg anti-pembajakan. Pembajakan bukan kebebasan berbagi informasi, tpi pencurian nilai ekonomi.
@swadestruksi@indischetroopen Menulis privilege saja keliru, apalagi mau memahami apa itu kelas sosial. Dasar dari kelas sosial adalah eksploitasi. Apa yg salah dari menyebarkan gagas sambil kampanye anti pembajakan?
@swadestruksi@indischetroopen Emang bentuk eksploitasinya di mana? Jadi Karl Marx munafik? Dalam pandanganmu, Pram berarti juga mengeksloitasi pembaca krna dia keras terhadap pembajakan? Eksploitasi adalah kata dasar yg harus dipahami sebelum bicara kelas sosial.
@AkalBuku Daya beli dngn harga buku mahal mestinya jdi perhatian lebih pemerintah. Jngn sibuk literasi tpi abai terhadap industri perbukuannya. Pembacanya banyak, tpi daya belinya kurang, pembajakan trjadi. Perpustakaan daerah juga usang. Perpus digital antrinya bisa setahun bhkn lebih.
@garagarabola_ Gaya mainnya futsal kita dari junior sampai senior mirip. Padahal pelatihnya beda2. Sementara timnas sepak bola kita kayak beda2 filosofinya, tergantung pelatih.
@swadestruksi@indischetroopen Ini namanya no true Scotsman, menganggap Karl Marx tk berhak makan dari Das Kapital dan dipaksa mengabaikan realitas ekonomi. Atau menganggap dosen tk boleh dibayar saat mengajar mahasiswanya mengenai komunisme, krna akan dicap kapitalis.